Surabaya,(DOC) – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat menyatakan, telah menyiapkan puluhan titik alat Solar Cell untuk mengantisipasi Blackout(Padam) listrik, jika terjadi sewaktu-waktu seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.
Puluhan Solar Cell tersebut dipasang disejumlah traffic light yang tersedia di Surabaya.
“Ini juga belajar dari pengalaman pada tahun 2016 silam, saat itu listrik padam. Untuk itu pihaknya tidak mau ambil resiko, karena dampaknya banyak. Lebih baik kita antisipasi saja dengan terus manambah alat Solar Cell,” ungkap Irvan, Senin(5/8/2019).
Namun demikian, lanjut Irvan, bukan hanya untuk antisipasi saja, Solar Cell juga untuk penghematan pemakaian listrik, Sebab selama ini pengeluaran biaya untuk listrik cukup besar.
“Fungsi Solar Cell yang mengunakan tenaga matahari ini otomatis, dan sangat menghemat pemakaian listrik , selama memakai Solar Cell. Untuk kisaran harga per titik alat Solar Cell Rp. 150 – 190 Juta, seperti yang ada di Simpang, Tapi semua tidak sama harganya, karena melihat kebutuhan daya listriknya,” imbuhnya.
Sebelumnya, hanya ada 23 titik traffic light yang sudah terpasang di Kota Surabaya. Saat ini Dishub akan menambah 15 titik, dan 1 titik sedang dalam proses.
“Terhitung ada 49 solar panels untuk traffic light di Surabaya. Namun 1 alat masih proses pemasangan,” pungkasnya.
Dishub Surabaya tak pernah berhenti dengan pemasangan Solar Cell di Tahun 2017. Pada Tahun 2018 – 2019, Dishub menambah lagi. Jadi total keseluruhan alat Solar Cell hingga tahun 2019 ini sebanyak 49 titik yang tersebar di penjuru kota Surabaya.
Sehari sebelumnya, DKI Jakarta sempat mengalami pemadaman Listrik, dan melumpuhkan beberapa hal khususnya yang berbasis digital. Moda transportasi seperti ojek online, KRL, dan MRT lumpuh sejak lampu mati.(robby/r7)