D-ONENEWS.COM

Bapak Hamili Putri Kandungnya Hingga Hamil Dibekuk Polisi

Surabaya,(DOC) – Seorang pria berinisial SP (45) asal Surabaya tega menghamili anak kandungnya sendiri hingga melahirkan. Perbuatan bejat SP dilakukan selama 3 tahun dan diketahui oleh istrinya.

Istrinya yang tak bisa berbuat apa-apa kini meninggal dunia, karena sakit yang disebabkan oleh beban psikologis.

“Yang miris, ibu korban, yang tak lain istri tersangka SP, mengetahuinya, sehingga istri mengalami beban yang sangat berat secara psikis sehingga sakit dan akhirnya meninggal,” ungkap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni kepada wartawan, saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Rabu(7/8/2019).

SP selalu mengamuk ketika istrinya melarang perbuatan biadab suaminya itu, hingga tak bisa berbuat apa-apa. Sekita bulan November 2018 lalu, istrinya meninggal dunia.

“Setiap kali si istri protes, tersangka kemudian ngamuk. Akhirnya pada bulan 11 tahun lalu meninggal karena beban psikis yang ditanggungnya,” terangnya.

Perbuatan biadab SP selama 3 tahun, telah membuat putri kandungnya hamil 2 kali. Hamil yang pertama di gugurkan dan kedua terlahir didunia.

“Sebelumnya pernah hamil, tapi yang pertama digugurkan. Yang kedua ini nggak digugurkan, sampai melahirkan,” ungkap Ruth.

Dalam gelar perkara di Gedung Anindita Mapolrestabes Surabaya, SP mengaku bahwa setiap hendak melakukan aksinya, selalu diikuti dengan ancaman. Putrinya diancam tak akan disekolahkan, apabila tidak mau melayani keinginan bejatnya.

Ia juga mengaku sebanyak 3 kali melakukan hubungan intim dengan putri kandungnya dibawah pengaruh minuman keras dan sekali dilakukan dalam keadaan sadar.

“Saya nyesal sekarang karena terpengaruh minuman. Saya melakukan tiga kali pas mabuk dan sekali sadar. Saya nggak pernah mukul, cuma mengancam, jika tidak mau ajak bersetubuh, tidak akan saya biayai sekolah,” katanya.

Pengakuan SP ini bertolak belakang dengan data yang diperoleh pihak kepolisian saat melakukan pendalaman kasus terhadap korban.

Data yang dihimpun petugas, bahwa korban mengaku SP melakukan perbuatan bejatnya bisa 3 kali dalam seminggu selama 3 tahun terakir. (hadi/r7)

Loading...