Jakarta (DOC) – Sikap partai Nasdem yang berkoalisi dengan Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka hasil pertemuan partai di rumah Anies Baswedan.
Hal ini dinilai Kelompok relawan pendukung Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan, sebagai tradisi politik baru di Indonesia.
Menurut Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) keterbukaan ketiga partai itu, menyiratkan kemauan partai untuk melibatkan publik dalam upaya menggerakkan perubahan.
”Kelompok tiga parpol itu membuka luas informasi dari setiap langkah politik mereka. Rakyat pun mendapatkan jalan yang lebar untuk terlibat dalam menata masa depan bangsa. Ini kemajuan penting dalam demokrasi kita,” ujar Sekretaris Jenderal SKI, Raharja Waluya Jati dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (28/10).
Jati menilai yang di lakukan ketiga partai koalisi (Nasdem, Demokrat, PKS) itu, kontras dengan banyak pertemuan elite politik yang biasanya berlangsung tertutup dan minim informasi ke publik.
Dengan keterbukaan tersebut, menurut Jati, akan menghindarkan, kemungkinan terjadinya politik transaksional.
“Hal ini tentu menggembirakan para pendukung Pak Anies, karena diskusi tentang cawapres (calon wakil presiden) berlangsung secara rasional, dengan tujuan memilih yang terbaik,” kata Jati.
Sebelumnya, tim kecil pengurus Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat, berkumpul di rumah mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa (25/10) lalu.
Agenda pertemuan di rumah Lebak Bulus, Jakarta Selatan itu, membahas tokoh yang bakal menjadi calon wakil presiden (Cawapres) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Tuan rumah, Anies Baswedan, Capres yang di usung dari partai koalisi tersebut, nampak hadir.
“Hadir juga menyusul, Ketum Demokrat, Mas AHY,” ungkap Ketua DPP NasDem Willy Aditya.
Sementara untuk perwakilan partai yang hadir antara lain Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua Majelis Syura M. Sohibul Iman, Jubir PKS, Pipin Sofian dan M. Kholid, lalu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman dan Iftitah.
Willy mengatakan hadir juga Sudirman Said sebagai Liaison Officer atau LO untuk acara itu. Sementara AHY baru datang ketika diskusi santai soal Cawapres sedang berlangsung.
Willy mengatakan pertemuan di rumah Anies Baswedan merupakan pertemuan lanjutan dari sejumlah pertemuan sebelumnya. Ia menjelaskan pembahasan tim sudah pada tahap pendalaman kriteria dan mekanisme penentuan cawapres yang bakal berduet dengan Anies.
“Dalam suasana santai diskusi tim kecil terus berlanjut mematangkan agenda pembahasan terkait Cawapres termasuk pendalaman kriteria dan mekanismenya,” kata Willy.
Pada pertemuan itu, PKS menyodorkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai kandidat cawapres pendamping Anies Baswedan. Sementara Partai Demokrat tetap mengusulkan AHY sebagai cawapres.
Sedangkan Partai NasDem, menurut Willy, menyerahkan keputusan kepada Anies Baswedan.
“Komitmen itu sudah dikuatkan oleh pernyataan Pak Surya Paloh yang telah memberikan kewenangan kepada Anies,” kata Willy. (tempo)