Surabaya,(DOC) – Kesalahan yang dilakukan oleh admin media sosial (Medsos) pejabat publik terus berulang. Mulai dari akun media sosial Presiden Joko Widodo hingga sejumlah kepala daerah, beberapa insiden blunder berujung pada teguran hingga pengunduran diri admin yang bersangkutan.
Admin Bupati Pekalongan Makian ke Warganet
Tahun ini, admin akun Instagram resmi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq memicu kontroversi. Admin tersebut melontarkan makian kepada warganet yang menanyakan kejelasan program bupati.
“Kalau ngomong jangan kurang ajar. Kalau diperiksa penegak hukum, mampus kamu nanti,” tulis admin itu.
Ucapan kasar tersebut memancing reaksi keras dari masyarakat yang menilai bahasa seperti itu tidak pantas muncul dari akun pejabat publik.
Kesalahan Admin di Akun Presiden Joko Widodo
Kesalahan juga pernah terjadi di akun Twitter resmi Presiden Joko Widodo. Saat itu, akun @jokowi menulis cuitan yang diduga untuk akun pribadi:
“Wuooohh mantab! Jadi teringat deg2annya di momen Senbatsu Uza pekan lalu.”
Cuitan tersebut menimbulkan kebingungan publik, dan admin media sosial presiden akhirnya di berhentikan dari jabatannya.
Candaan Kurang Pantas Soal Bencana oleh Admin Wawali Surabaya
Blunder lain datang dari admin media sosial Wakil Wali Kota Surabaya(Wawali), Armuji. Admin akun Instagram Armuji menulis komentar bercanda di unggahan berita tentang bencana hujan es dan angin kencang yang merusak belasan rumah di Sidoarjo.
“Lek hujan es enak tinggal cari sirupe tok (kalau hujan es tinggal cari sirupnya saja).”
Komentar tersebut di anggap tidak etis karena menyepelekan peristiwa bencana. Armuji kemudian menegur langsung adminnya atas tindakan tersebut.
Blunder Live Instagram Wali Kota Surabaya
Kasus terbaru melibatkan admin media sosial Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Saat siaran langsung di Instagram, admin sempat bercanda dengan rekannya ketika live sedang di jeda, padahal suaranya masih terdengar.
“Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak wali turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi kalau ada hujan,” ucap admin tersebut.
Potongan video itu viral dan menuai kritik warganet karena di anggap seolah-olah kegiatan lapangan Wali Kota hanyalah rekayasa.
Padahal, Eri Cahyadi tidak mengetahui percakapan tersebut karena sedang berada di lapangan. Setelah insiden itu, admin yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka dan mengundurkan diri dari tim media sosial Wali Kota Surabaya.(r7)




