
Lumajang (DOC) – Sebanyak 201 peserta memeriahkan gelaran Batik Lumajang On the Stages (BALOS) 2026 di Alun-Alun Utara Kabupaten Lumajang, Sabtu (10/10/2026).
Mengusung tema Harmony in Heritage, kegiatan ini menjadi ajang promosi batik lokal sekaligus upaya memperkuat pelestarian warisan budaya daerah.
Pantauan di lokasi, para peserta secara bergantian berjalan di atas catwalk yang berada di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Dengan latar bangunan kantor bupati yang dihiasi pencahayaan, mereka memperagakan beragam busana batik dengan motif dan perpaduan warna yang menarik.
Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA/SMK), hingga kategori umum dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Suasana semakin semarak dengan kehadiran Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Salah satu daya tarik utama BALOS 2026 adalah penampilan sekitar 20 motif batik unggulan Lumajang yang telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Motif-motif tersebut merepresentasikan kekayaan budaya dan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Beberapa motif yang ditampilkan di antaranya Batik Tumpak Sewu, Batik Topeng Kaliwungu, Batik Jaran Kencak, Batik Pisang, Batik Pandanwangi, dan Batik Durian Kembang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Agni Asmara Megatran, mengatakan BALOS tidak sekadar menjadi ajang kompetisi peragaan busana, tetapi juga ruang edukasi dan promosi bagi perajin batik serta pelaku ekonomi kreatif.
Menurut Agni, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan motif batik Lumajang kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai produk lokal.
“BALOS 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang edukasi dan promosi bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya perajin batik lokal. Berbagai motif khas Lumajang ditampilkan dalam kegiatan tersebut,” ujar Agni.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif agar memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal.
Melalui tema Harmony in Heritage, Agni berharap batik Lumajang tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus berkembang mengikuti kreativitas generasi muda.
“Melalui tema Harmony in Heritage, kita berharap batik Lumajang tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menciptakan karya-karya kreatif yang memiliki nilai budaya maupun ekonomi,” tuturnya.
Diikuti Peserta dari Luar Lumajang
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Joko Setyo, S.Kom., M.M., mengungkapkan bahwa BALOS 2026 diikuti 201 peserta dari berbagai kelompok usia dan kategori.
Menurut Joko, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa batik Lumajang memiliki daya tarik bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
“Peserta ada 201, dimulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan umum serta OPD. Ini membuktikan bahwa batik Lumajang semakin diminati dari usia dini hingga dewasa,” ungkap Joko.
Tak hanya berasal dari Kabupaten Lumajang, sejumlah peserta juga datang dari daerah sekitar, seperti Bondowoso, Jember, dan Probolinggo.
“Saya berharap kegiatan semacam ini dapat terus mendorong masyarakat untuk mengenal, menggunakan, dan mengembangkan batik khas daerah,” pungkasnya.





