Surabaya,(DOC) – ECOTON (Ecological Observation and Wetlands Conservation) menemukan mikroplastik dalam air ketuban ibu hamil. Temuan ini memperlihatkan bahwa polusi plastik sudah menembus ruang paling aman dalam tubuh manusia, bahkan sebelum bayi lahir.
“Ini peringatan serius. Mikroplastik sudah masuk ke tubuh ibu, rahim, dan janin. Kita mewariskan racun kepada generasi mendatang,” ujar juru bicara dan aktivis ECOTON, Prigi Arisandi, Selasa (5/8/2025).
ECOTON menilai konsumsi plastik sekali pakai yang berlebihan menjadi penyebab utama. Kebiasaan ini paling sering terjadi di lingkungan rumah tangga. Tanpa di sadari, para ibu ikut mewariskan kandungan mikroplastik pada anak yang mereka kandung.
Data selama lima tahun terakhir (2020–2024) menunjukkan bahwa Australia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar ke Indonesia, dengan total mencapai 2,7 miliar kilogram. ECOTON menuding negara maju tersebut tidak mau mengelola limbahnya sendiri dan malah membebani negara berkembang.
Sebagai bentuk protes, ECOTON menggelar aksi damai bertema “Microplastic Make Our Babies SICK!”. Aksi akan berlangsung Rabu(6/8/2025) besok siang, di Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, ESA Sampoerna Center, Surabaya.
Aksi ini di gelar bersamaan dengan sidang International Negotiating Committee (INC 5.2) di Jenewa, Swiss, yang sedang merumuskan Perjanjian Plastik Global yang mengikat secara hukum.
Melalui aksi tersebut, ECOTON menuntut Australia dan negara-negara lainnya untuk menghentikan produksi plastik secara bertahap (phase-out). Langkah ini dinilai sebagai solusi paling ambisius dan nyata dalam mengakhiri krisis polusi plastik global.
“Kami ingin melindungi generasi mendatang dari warisan racun plastik,” tegas Prigi.(r7)




