D-ONENEWS.COM

Forum RT-RW Surabaya Minta Gaji 1 Juta Perbulan

Surabaya,(DOC) Forum RT-RW Se-Surabaya mendukung rencana Pemerintah kota Surabaya yang akan memberikan dana operasional RT/RW sebesar Rp. 1 juta – 1,2 juta rupiah. Ketua Forum RT-RW Se- Surabaya Adi Mawardi, Sabtu (18/1/2014) mengatakan, penambahan anggaran untuk RT dan RW dibutuhkan, selain bisa discover oleh APBD Surabaya yang relative besar, peran RT/RW di masyarakat dinilai sangat penting, terutama dalam memberikan pelayanan public.
“Pelayanan public dimulai dari RT dan RW, jika RT mandek ke atas juga mandek” tegasnya.
Pria yang menjabat sebagai anggota DPRD Jatim ini menambahkan, menjadi perangkat RT/RW dinilai berat. Pasalnya menurutnya, hampir setiap saat harus menghadapi problem masyarakat.
“Persoalan sosial-ekonomi dan lain sebagainya ada di RT dan RW” tuturnya.
Selama ini menurut mantan Wartawan Tempo ini, untuk membiayai kegiatan di lingkungan RT/RW, dalam penggalangan dana lebih banyak dilakukan dengan cara gotong royong. Dengan adanya anggaran operasional, Mawardi yakin, program pemerintah kota Surabaya akan berjalan baik.
“Dengan anggran segitu, saya rasa program pemerintah mewujudkan Surabaya yang bersih dan hijau akan mudah” tegasnya.
Calon Anggota DPD-RI ini mengungkapkan, ke depan pihaknya akan mengajukan hearing dengan DPRD untuk menyampaikan aspirasi terkait Raperda RT RW yang saat ini dibahas kalangan legislative itu.
“Kami ingin menyampaikan konsep membangun Surabaya dan kelembagaan RT/RW seperti apa yang bisa dituangkan dalam aturan itu” katanya.
Sementara, terkait kemungkinan polemic yang muncul dalam pemilihan RT/RW sebagai dampak kenaikan anggaran operasional. Mawardi mengatakan, bahwa hal itu kecil kemungkinannya. Pasalnya, pemilihan RT/RW dinilai sangat demokratis.
“Warga tahu masing-masing karakter calon, kalau tidak disukai ya gak jadi. Jadi tidak ada polemic” tegasnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi penyalahgunaan dana operasional tersebut ia memperkirakan akan ada pertanggungjawabannya.
“Harus ada laporan tri wulan ke warga sekitar dan juga lurah setempat” terangnya.
Mawardi memastikan dana APBD yang diperuntukkan RT/RW yang rinciannya RT sekitar Rp. 1 juta dan RW RP. 1,2 juta merupakan dana operasional bukan honor. Dengan dana operasional jutaan rupiah, warga bisa jadi tidak perlu membayar iuran kampung lagi.
“uang itu untuk administrative, keamanan, kebersihan” katanya.
Namun demikian, apabila anggaran dari pemerintah kota tersebut tidak mencukupi untuk operasional RT/RW, pengenaan iuaran bisa dilakukan.
“Soal iuaran tergantung kespakan dengan warga, jika tdiak da lebih baik” menurut Mawardi.
Terkait honor bagi RT /RW yang selama ini diberikan, yakni untuk RT sekitar Rp. 225 ribu dan RW Rp. 350 ribu, Mawardi mengharapkan tetap diberikan meski nantinya ada anggaran operasional.(k4/r7)

Loading...