Jakarta (DOC) – Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia menegaskan, prioritas awal kepemimpinannya adalah mempercepat penanganan darurat bencana yang tengah terjadi di Indonesia.
“Tugas ke depan untuk segera bekerja menangani bencana,” ujarnya, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Ia juga mengajak seluruh jajaran BNPB untuk memperkuat kerja sama dan menjaga semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan, terutama menghadapi berbagai tantangan penanggulangan bencana. “Mari kita kerja bersama dan mari sama-sama kita bersemangat,” tutur Kristomei.
Kristomei menegaskan, ia bukan sosok baru di lingkungan BNPB. Pada 2020, ketika masih berpangkat kolonel, ia pernah diperbantukan di pusat media BNPB untuk mendampingi Kepala BNPB saat itu, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, dalam penanganan pandemi Covid-19.
“Saya teringat enam tahun lalu, mendampingi Pak Doni Monardo, saat itu saya diperbantukan di media center. Itu salah satu pengalaman kami, bahkan saat itu saya juga sempat menginap di kantor BNPB,” kata Kristomei.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang memperkenalkannya secara langsung dengan tugas dan mekanisme kerja BNPB.
Kristomei pun menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNPB sebelumnya, Letjen TNI Suharyanto, atas kepemimpinannya dalam operasi penanggulangan bencana selama periode 2021-2026.
Kristomei Sianturi lahir di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung, pada 6 Mei 1976. Ia tercatat sebagai Kepala BNPB termuda saat dilantik pada usia 50 tahun.
Lulusan Akademi Militer 1997 dari kecabangan Infanteri ini sebelumnya menjabat Panglima Kodam XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.
Karier militernya mencakup sejumlah penugasan, antara lain di lingkungan Kostrad, Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak, Dandim 0424/Tanggamus, Kapendam Jaya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD pada 2023, Wakil Gubernur Akademi Militer pada 2024, serta Kepala Pusat Penerangan TNI sejak Maret 2025.
Pengalaman di bidang teritorial dan penerangan diharapkan dapat mendukung penguatan komunikasi risiko serta sinergi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.
Dengan kepemimpinan baru ini, BNPB dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan penanganan darurat bencana berjalan cepat, terpadu, serta berorientasi pada keselamatan masyarakat. (rd)