D-ONENEWS.COM

Gubernur Khofifah Putuskan PSBB “Surabaya Raya” Diperpanjang Sampai 25 Mei

Surabaya,(DOC) – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Surabaya Raya yang rencananya berakhir pada Senin(11/5/2020) pekan depan, dipeutuskan diperpanjang lagi sampai 25 Mei mendatang.

Masa perpanjangan PSBB Surabaya Raya satu periode ini, disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, usai menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait di gedung Grahadi, Sabtu(9/5/2020).

Menurut Khofifah, melihat hasil penerapan PSBB periode pertama mulai 28 April lalu yang belum effektif secara signifikan, maka PSBB Surabaya Raya akan diputuskan diperpanjang satu periode lagi. PSBB Surabaya Raya meliputi seluruh wilayah Surabaya, sebagian wilayah Sidoarjo dan Gresik.

“Tadi Bu Wali Kota Surabaya, Bupati Gresik, dan Plt Bupati Sidoarjo, bersama sama-sama kami menyetujui akan ada perpanjangan PSBB di wilayah Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo. Perpanjangan ini dimulai dari tanggal 12 sampai 25 Mei 2020,” ungkap Gubernur Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini menjelaskan, alasan perpanjangan PSBB diwilayah Surabaya Raya, yaitu berdasarkan kajian epidemologi yang dilakukan tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, bahwa sebagian besar infeksi dari Covid-19 memiliki masa lebih dari 14 hari.

Pakar FKM Unair ini, lanjut Khofifah, mendeteksi 70 persen pasien yang terjangkit virus corona memiliki masa infeksi di atas 14 hari. “Untuk itu 14 hari saja untuk masa PSBB dilakukan, oleh epidemologi ini tidak cukup untuk bisa menjamin berhentinya Covid-19,” ujar Khofifah.

Gubernur Jatim melanjutkan, untuk perpanjangan penerapan PSBB di Surabaya Raya ini, otomatis langsung berjalan. Artinya langsung nyambung setelah masa PSBB yang pertama berakhir pada 11 Mei 2020 mendatang. Tidak lagi mengajukannya terlebih dahulu ke Kementerian Kesehatan.

“Ini otoritas kepala daerah yang sudah mengajukan PSBB pada periode pertama,” ujar Khofifah.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Tim advokasi PSBB dan Survailans Covid-19 FKM Unair, dr Windhu Purnomo, telah mengusulkan kepada Pemprov Jatim untuk menambah pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya. Pertimbangannya dari keseluruhan populasi yang terinfeksi virus corona, sebanyak 30 persen tanpa gejala masa menularinya 14 hari.

Kemudian, 55 persen yang punya gejala ringan itu masa menulari lebih panjang hingga 21 hari. Sedangkan 10 persen lagi yang mengalami gejala berat sampai parah masa menularinya 25 hari. Sisanya 5 persen lainnya dengan pasien kritis yang meninggal masa penularannya lebih dari 25 hari.(hadi)

Loading...

baca juga