Industri Kesehatan Indonesia Berpotensi Tumbuh Hingga Tiga Lipat

Industri Kesehatan Indonesia Berpotensi Tumbuh Hingga Tiga Lipat
Gelaran CNBC Indonesia Health Summit 2026. (Foto: Ist)

Jakarta, (DOC) – Industri kesehatan Indonesia dinilai menyimpan ruang pertumbuhan raksasa yang berpotensi menjadi mesin baru perekonomian nasional.

Potensi besar ini mengemuka dalam pertemuan antara CEO National Hospital, Ang Hoey Tiong, dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada gelaran CNBC Indonesia Health Summit 2026, Jumat (9/10/2026).

Bacaan Lainnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa belanja kesehatan per kapita Indonesia saat ini baru menyentuh angka sekitar 140 dolar AS per tahun.

Angka tersebut masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang telah mencapai 430 dolar AS per kapita per tahun.

“Kalau dalam lima tahun ke depan belanja kesehatan per kapita kita bisa menyamai Malaysia, nilainya bisa melonjak dua sampai tiga kali lipat dari sekarang. Ini potensi sangat besar yang dapat ditranslasikan langsung menjadi pertumbuhan ekonomi negara,” ujar Budi.

Peluang lonjakan investasi dan belanja medis tersebut disambut optimistis oleh pelaku industri kesehatan nasional.

CEO National Hospital, Ang Hoey Tiong, menegaskan bahwa kesiapan teknologi medis canggih serta penguatan kualitas tenaga kesehatan menjadi kunci utama agar rumah sakit di dalam negeri mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan mancanegara.

Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat ekosistem medis dalam negeri, National Hospital terus menggenjot fasilitas berteknologi tinggi.

Langkah tersebut dibuktikan lewat pengoperasian CT Scan, MRI 3 Tesla (3T) yang menjadi salah satu pelopor di Asia Tenggara, hingga Biplane Cath Lab untuk penanganan diagnostik dan intervensi medis tingkat lanjut.

Inovasi ini bahkan mengantarkan National Hospital meraih penghargaan Hospital of the Year pada Global Health Asia-Pacific 2025.

“Indonesia memiliki modal yang sangat kuat. Jika kualitas SDM, teknologi, dan fasilitas kesehatan terus ditingkatkan, layanan kesehatan kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga sangat kompetitif di tingkat regional,” tutur Ang.

Baca Juga:  Sinergi Layanan Premium, BCA Solitaire Gandeng National Hospital Hadirkan Solusi Kesehatan dan Finansial Terintegrasi

Melalui sinergi erat antara pemerintah, penyedia layanan medis, dan industri farmasi, lompatan belanja kesehatan ini diyakini tidak sekadar meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menahan laju berobat ke luar negeri sekaligus menggerakkan roda ekonomi nasional.

Pos terkait