Kisah Haru Dian, Penderita Kanker Disabilitas yang Diantar Langsung Wali Kota Eri ke RSUD Soewandhie

Kisah Haru Dian, Penderita Kanker Disabilitas yang Diantar Langsung Wali Kota Eri ke RSUD Soewandhie
Wali Kota Eri Cahyadi saat akan mengantar Dian ke RSUD Soewandhie. (Foto: Tangkapan Layar)

Surabaya, (DOC) – Berawal dari aduan warga melalui pesan singkat (Direct Message) ke hotline Lapor Cak Eri, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bergerak cepat menangani kondisi Dian, seorang penderita disabilitas yang mengidap kanker ovarium ganas.

Tanpa ragu, Eri turun langsung meninjau rumah pasien dan mengantarnya beserta keluarga menggunakan ambulans menuju RSUD Dr. Soewandhie untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Bacaan Lainnya

Dian diketahui sudah lama mengeluhkan rasa tidak nyaman dan sakit di bagian perut. Namun, ia memilih memendam rasa sakit tersebut dan enggan menceritakan kondisinya kepada orang tua lantaran tidak ingin menjadi beban bagi sang ibu.

Kondisi kesehatan Dian mulai terlihat menurun drastis sejak usai Lebaran 2026. Fisiknya semakin mengurus, sementara bagian perutnya kian membesar. Melihat kondisi tersebut, Kader Surabaya Hebat (KSH) Manukan Lor, Bu Rita, berinisiatif mendampingi dan membawa Dian ke Puskesmas setempat.

Dari pemeriksaan awal di Puskesmas, Dian terdeteksi mengidap tumor dan langsung dirujuk ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Pemeriksaan lanjutan di RSBDH menemukan adanya kista di bagian atas dan tumor di bagian bawah, hingga akhirnya dirujuk kembali ke RSUD Dr. Soetomo dan terkonfirmasi sebagai kanker ganas.

Sayangnya, meski telah menjalani pemeriksaan berulang kali, tindakan operasi terhadap Dian belum juga terlaksana hingga memasuki bulan keempat.

Setiap kali bertemu, Dian selalu bertanya kepada Rita mengenai kepastian jadwal operasinya. Mengetahui panjangnya antrean di RSUD Dr. Soetomo yang menjadi pusat rujukan wilayah Indonesia Timur, Rita memberanikan diri melapor langsung kepada Wali Kota Eri Cahyadi.

“Setiap ketemu saya, anak ini selalu tanya kapan bisa dioperasi. Pihak keluarga awalnya tidak mengira itu kanker dan terkendala biaya. Karena dari rumah sakit rujukan belum ada kepastian dan ini menyangkut nyawa seseorang, akhirnya saya bingung dan melapor ke Pak Eri,” ujar Rita, Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga:  Tak Lekang oleh Zaman, Ludruk dan Reog Kian Eksis di Surabaya

Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Wali Kota Eri Cahyadi. Bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, dan tim medis RSUD Dr. Soewandhie, Eri meninjau langsung kondisi Dian dan menginstruksikan percepatan tindakan medis.

“Kalau tidak ada DM dari Bu Rita, saya juga tidak tahu. Kepedulian kader KSH ini adalah wujud nyata dari nilai Kampung Pancasila yang patut menjadi contoh. Daripada menunggu antrean di Soetomo terlalu lama dan kita khawatirkan kankernya makin menjalar, langsung kita alihkan dan siapkan operasinya di RSUD Soewandhie,” tegas Eri Cahyadi.

Usai peninjauan, Wali Kota Eri langsung mendampingi pengangkutan Dian menggunakan ambulans menuju RSUD Dr. Soewandhie untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh (check-up lengkap).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, memastikan bahwa RSUD Dr. Soewandhie sangat siap melakukan tindakan medis secara paripurna melalui fasilitas Soewandhie Oncology Center.

“Sesuai instruksi Pak Wali Kota, pasien segera kita tangani. RSUD Soewandhie memiliki fasilitas penanganan kanker yang lengkap dari awal sampai akhir, mulai dari proses diagnostik, pembedahan pengangkatan tumor, hingga perawatan lanjutan seperti kemoterapi dan radioterapi,” terang dr. Billy.

Pos terkait