
Surabaya,(DOC) – Penggunaan mobil listrik untuk kendaraan operasional organisasi perangkat daerah(OPD) di lingkungan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya, menuai komentar dari Ketua Komis A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni.
Sebelum wacana tersebut di realisasikan, pihaknya meminta Pemkot Surabaya untuk fokus mempersiapkan fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) di tiap kantor kecamatan.
“Saya berpandangan Pemkot harus mempersiapkan tempat pengisian daya atau SPKLU untuk kendaraan listrik. Sehingga ketika di gunakan tidak menghambat kinerja pelayanan,” ujar Arif Fathoni di kutip di Gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu(26/6/2024).
Politisi partai Golkar ini menambahkan. Persiapan SPKLU itu lebih mengacu pada kondisi kepadatan arus lalu lintas di kota metropolitan Surabaya. Sekaligus mengantisipasi minimnya keberadaan SPKLU yang tersedia. Jika tak di perhitungkan, maka dampaknya adalah mobilitas pelayanan kepada masyarakat terhambat. Mengingat mobil listrik sewa itu, pada tahap awal akan di gunakan kendaraan operasional para kepala dinas dan camat-camat.
“Jangan sampai mobil listriknya ada tetapi tempat pengisian dayanya tidak ada,” ujarnya.
Dukung Penggunaan Kendaraan Ramah Lingkungan
Seperti di ketahui pada pemberitaan sebelumnya. Pemkot Surabaya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah mengajukan lelang terhadap 889 kendaraan operasional konvensional yang usianya di atas 7 tahun.
Lelang tersebut merupakan bagian dari rencana transisi penggunaan kendaraan operasional berbahan bakar fosil menjadi tenaga listrik.
Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan. Tahap awal Pemkot Surabaya menyediakan 70 mobil listrik dengan sistem pengadaan sewa untuk di pakai sebagai operasional camat dan kepala Dinas.
Menurut Arif Fathoni, upaya ini di nilai sebagai skema pengadaan yang tepat, sehingga anggaran perawatan bisa di tekan. “Selain itu harga jualnya akan turun setelah 5 tahun penggunaan juga. Kemudian, saya berharap Bagian Hukum Pemkot bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk meminta pendapat hukum tentang mekanisme sewa kendaraan listrik tersebut,” kata dia.
Ia pun menyatakan penggunaan kendaraan listrik untuk operasional kedinasan merupakan langkah tepat untuk mendukung pelestarian lingkungan. “Saya setuju bahwa kedepannya trend kita harus menggunakan sesuatu yang ramah lingkungan,” pungkasnya.(r7)





