Surakarta,(DOC) – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini bersama Menko PMK Muhadjir Effendi menyalurkan sejumlah lokasi penyaluran bantuan di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat(29/01/2021). Mereka juga menyempatkan diri berdialog dengan warga penerima Bansos di pendopo kelurahan Jebres Surakarta.
Mensos dan Menko PMK juga melakukan blusukan di desa Gulon, untuk meninjau program E-Warung yang telah dilakukan oleh Kementrian Sosial (Kemensos) RI selama ini.
Dalam kunjungannya ke Gulon, Mensos Risma secara spontan sisir kampung untuk menanyai warga satu-persatu terkait penyaluran Bansos.
“Ibu dan bapak sampun(sudah) terima Bansos?, sampun nggeh?,” tanya Bu Risma kepada sejumlah warga di Gulon.
Bu Risma juga mergoki salah satu keluarga di wilayah tersebut, yang belum terima Bansos dari Kemensos RI. “Ibu, bapak rumahnya mana?. Nanti di data ya bu,” tandas Bu Risma.
Sementara saat berdialog dengan warga di kelurahan Jebres, Mensos Risma juga berjanji akan memenuhi Bansos kebutuhan pokok secara layak. Ia akan membantu keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19 sehingga perekonomian nasional dapat kembali pulih. “Sebagai Mensos, saya berjuang dan berusaha agar penerima bantuan tidak semakin susah karena terdampak Covid-19,” ujar Risma saat bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi, Jumat (29/1/2021).
Bansos tersebut disalurkan kepada 700 KPM yang berasal dari Kelurahan Jebres dan Kecamatan Jebres. Bansos yang disalurkan berupa bantuan pangan non-tunai (BPNT) program kartu sembako, bansos tunai (BST), dan bansos program keluarga harapan (PKH). Total penerima BPNT program sembako di Kecamatan Jebres sebanyak 9.380 KPM dengan nilai Rp 1,87 miliar yang tersebar di 11 kelurahan.
Sedangkan, total penerima BST untuk Kecamatan Jebres sebanyak 15.554 KPM dengan nilai Rp 4,66 miliar yang tersebar di 11 kelurahan.
Acara yang dihadiri juga para lurah dan kepala desa itu, juga menjadi ajang Mensos Risma untuk menekankan para perangkat daerah untuk selalu melakukan pemutakhiran dan perbaikan data sekaligus menampung usulan penerima bansos yang diharapkan digelar setiap minggu. Dengan cara ini, dimungkinkan para penerima manfaat tak perlu lagi menunggu selama enam bulan. “Hal itu dilakukan agar KPM yang berhak dan layak menerima bantuan tidak menunggu terlalu lama. Inilah salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang tidak mampu dan wujud hadirnya pemerintah,” jelasnya.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang hadir pada acara itu, menyampaikan harapannya terkait dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan langsung oleh masyarakat, agar bisa di perhatikan oleh pemerintah pusat.
Disisi lain, KPM penerima BPNT dan PKH asal Jebres, Eni, mengaku bersyukur telah menerima bantuan sembako.
Ia mengaku, bantuan PKH berupa uang tunai yang diterimanya dirasa membantu mengurangi beban keluarga termasuk pemenuhan kebutuhan sekolah anak. “Terima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu keluarga. Semoga pandemi cepat berlalu sehingga saya bisa jualan seperti biasanya,” kata dia saat berdialog dengan Mensos dan Menko PMK di kelurahan Jebres.
Penyaluran program BST 2021 via Pos Indonesia untuk wilayah Jawa Tengah dan telah diterima yaitu sebanyak 1.197.227 KPM atau sebesar 92,3 persen. Untuk wilayah Kelurahan Jebres sendiri, BST sudah disalurkan ke 1.252 KPM. Total penerima BST tahun 2021 se Indonesia ebanyak 10 juta KPM atau naik 8,7 persen dibanding 2020 lalu.(robby)