Omzet Melonjak 3 Kali Lipat, Teh Gambyong Kemuning Sejahterakan Petani Lokal

Omzet Melonjak 3 Kali Lipat, Teh Gambyong Kemuning Sejahterakan Petani Lokal
Pemilik Produksi Teh Gambyong Kemuning, Eko Wuryanto. (Foto: Ist)

Karanganyar, (DOC) – Bisnis olahan Teh Gambyong asal Desa Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mencatatkan lonjakan kinerja yang signifikan.

Dalam tiga tahun terakhir, omzet penjualannya melesat lebih dari tiga kali lipat, dari rata-rata Rp85 juta per bulan pada 2023 menjadi Rp250 juta hingga Rp300 juta per bulan saat ini.

Bacaan Lainnya

Pertumbuhan pesat ini didorong oleh perluasan jaringan pemasaran yang kian masif. Jumlah resellerTeh Gambyong melonjak tajam dari 235 mitra pada 2023 menjadi sekitar 620 mitra.

Pemilik Produksi Teh Gambyong Kemuning, Eko Wuryanto, mengungkapkan bahwa jangkauan pasar produknya kini telah menembus luar daerah.

“Produk teh olahan kami kini telah merambah pusat oleh-oleh di wilayah Solo Raya, Jawa Barat, Jawa Timur, Bekasi, hingga pengiriman berkala ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Eko di sela kegiatan capacity building media, Rabu (7/10/2026).

Keberhasilan ekspansi ini tak lepas dari pendampingan dan pembukaan akses pasar oleh Bank Indonesia yang membantu memperkenalkan produk lokal ke pasar nasional.

Dongkrak Kesejahteraan Petani Kemitraan

Perkembangan bisnis Teh Gambyong turut membawa angin segar bagi perekonomian warga lokal.

Saat ini, usaha tersebut telah bermitra dengan 26 petani teh Desa Kemuning dengan jaminan harga beli hasil panen minimal Rp5.000 per kilogram.

Nominal ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual ke pabrik lain yang rata-rata hanya Rp2.300 per kilogram.

Dampak positif pada pendapatan tersebut menarik minat 15 petani tambahan dengan total luas lahan 15 hektare untuk bergabung dalam rantai pasok Teh Gambyong.

Rambah Wisata Edukasi dan Riset Akademis

Tak berhenti di rantai produksi dan penjualan, Teh Gambyong kini berkembang menjadi destinasi wisata edukasi.

Pengunjung hingga kalangan akademisi dapat mempelajari seluruh proses pengolahan teh dari hulu ke hilir mulai dari pemetikan, pelayuan dengan mesin rotary, penggulungan, hingga pengeringan.

Baca Juga:  Telkom University Surabaya Dampingi UMKM Lokal Perkuat Identitas Produk

Lokasi ini juga menjadi pusat riset bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Antisipasi Tantangan Bahan Baku

Menghadapi lonjakan permintaan di tengah risiko penurunan produksi daun teh saat musim kemarau, pihak pengelola telah menyiapkan langkah mitigasi pasokan.

“Untuk menjaga kelancaran pasokan, strategi stock management diterapkan secara maksimal selama musim penghujan agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkas Eko.

Melalui sinergi omzet yang menanjak, kemitraan petani yang adil, serta integrasi sektor pariwisata edukasi, Teh Gambyong sukses membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan di kawasan Kemuning.

Pos terkait