
Surabaya, (DOC) – Dua korban ledakan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RSUD Haji Surabaya usai rampung menjalani operasi pembersihan luka bakar pada sore kemarin.
Kendati kondisi keduanya dilaporkan stabil, tim medis memberlakukan pengawasan ketat lantaran para korban terindikasi mengalami trauma inhalasi.
Ketua Tim Sub Substansi Hukum dan Humas RSUD Haji, Masrur, menyampaikan bahwa operasi pembersihan luka bakar telah dilaksanakan dengan lancar sejak sore hari. Korban terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan.
“Operasi pembersihan luka sekitar habis asar kemarin. Saat ini kedua pasien dirawat di ICU karena memerlukan observasi serta pengawasan ketat. Kondisinya stabil, tetapi sewaktu-waktu bisa ada perubahan,” ujar Masrur, Rabu (7/10/2026).
Dari hasil penanganan medis, persentase luka bakar masing-masing korban tercatat sebesar 16 persen dan 31 persen.
Meski demikian, cakupan luka bakar berada di bawah 50 persen, tim medis mengategorikan kondisi kedua korban ke dalam tingkat luka berat.
Masrur menjelaskan, kriteria luka berat tersebut dipicu oleh letak luka bakar yang mengenai area vital, seperti wajah dan leher, serta adanya paparan pada saluran pernapasan.
“Luka-lukanya termasuk berat karena mengenai area vital yaitu wajah dan leher yang dekat dengan jalur pernapasan. Ternyata ada trauma inhalasinya juga, sehingga berpengaruh ke pernapasan,” jelasnya.
Untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan steril, kedua korban saat ini diisolasi penuh di ruang ICU serta belum diizinkan untuk didampingi oleh pihak keluarga secara langsung.
“Pasien dirawat secara intensif dan tidak boleh ditunggu di dalam. Keluarga berada di area ruang tunggu khusus keluarga di luar ICU. Pihak keluarga sendiri sudah mendampingi dan menunggu di RS sejak kemarin siang,” pungkas Masrur.





