Pemkot Surabaya Kerahkan Puluhan Armada Pompa Mobile Tangani Genangan

Pemkot Surabaya Kerahkan Puluhan Armada Pompa Mobile Tangani Genangan
Pompa mobile yang diterjunkan Pemkot Surabaya untuk tangani genangan saat hujan. (Foto: Dinkominfo)

Surabaya, (DOC)Pemkot Surabaya bergerak cepat mengatasi genangan air yang muncul akibat hujan deras selama dua hari berturut-turut pada 22–23 Juni 2026. Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) serta 10 kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dikerahkan sejak pukul 02.30 WIB untuk melakukan penyedotan air di berbagai titik rawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa seluruh armada dan petugas dari perangkat daerah terkait telah disiagakan di lapangan untuk memastikan aliran air segera surut dan aktivitas warga tidak terganggu.

Bacaan Lainnya

Seluruh armada tersebut dan kami telah keliling sejak dini hari untuk melakukan penyedotan air di titik-titik rawan genangan,” ujar Eri, Selasa (23/6/2026).

Selain pengerahan pompa mobile, Pemkot Surabaya juga memaksimalkan fungsi boezem (kolam tampungan sementara) serta mengoptimalkan kinerja rumah pompa. Langkah ini krusial dilakukan karena proses pembuangan air ke laut sempat terhambat oleh fenomena air laut pasang (backwater).

Eri Cahyadi tidak menampik bahwa beberapa titik genangan dipengaruhi oleh proyek pengerukan saluran, pemasangan box culvert, dan perbaikan rumah pompa yang saat ini sedang berjalan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Imam Bonjol, hingga Rungkut.

Proyek tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jangka panjang ini, sebagian saluran memang harus ditutup sementara.

Eri menegaskan proyek ini bukan mangkrak, melainkan bagian dari strategi besar penanganan banjir Surabaya yang ditargetkan rampung sebelum puncak musim hujan pada November–Desember 2026.

“Dalam situasi seperti ini, kami dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan proyek atau tetap melanjutkan untuk kepentingan jangka panjang. Kami memilih tetap berjalan, sambil memaksimalkan penanganan (pompa) di lapangan,” tegas Eri.

Berkat respons cepat tim gabungan, sejumlah titik genangan dilaporkan mulai surut secara signifikan sejak pagi hari, seperti genangan di kawasan Simo Kalangan dilaporkan surut pada pukul 07.15 WIB. Begitu pula, yang ada di kawasan MERR dan Baratajaya mulai menurun signifikan pada rentang waktu 07.30 hingga 07.45 WIB.

Baca Juga:  Jemur Wonosari Melaju ke Tahap Klarifikasi Lapangan, Siap Jadi Kelurahan Terbaik

Atas ketidaknyamanan tersebut, Eri Cahyadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat hujan di luar musim kemarau ini.

“Kami (jajaran Pemkot Surabaya), akan tetap bersiaga 24 jam di lapangan hingga kondisi benar-benar normal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan bahwa elevasi air laut sempat mencapai hampir 200 sentimeter. Kondisi ini menahan laju air dari daratan di beberapa kawasan seperti Tanjungsari, Tambak Mayor, Greges, hingga Petekan.

“Jadi kita optimalkan (rumah pompa). Kalau memang (air laut) sudah surut, otomatis nanti kinerja pompanya kita optimalkan kembali,” kata Adi.

Menurutnya, petugas di lapangan juga terus menyisir saluran drainase untuk memastikan tidak ada sumbatan sampah.

Pos terkait