Pemprov Jatim Kucurkan Rp19 Miliar untuk Percepat Pembebasan Lahan JLS Trenggalek

Pemprov Jatim Kucurkan Rp19 Miliar untuk Percepat Pembebasan Lahan JLS TrenggalekSurabaya,(DOC) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengalokasikan bantuan keuangan khusus sebesar Rp19 miliar untuk mempercepat pembebasan lahan proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Trenggalek.

Pemprov Jatim menyalurkan bantuan tersebut untuk mengatasi kendala pembebasan lahan yang selama ini menghambat pembangunan JLS atau Jalur Pantai Selatan (Pansela).

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Jatim M. Yasin mengatakan, pemerintah terus mempercepat pembangunan JLS karena proyek strategis ini berperan penting dalam meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa Timur.

“Dari total panjang JLS sekitar 680 kilometer mulai Pacitan hingga Banyuwangi, yang sudah terbangun hampir 400 kilometer atau sekitar 60 persen,” kata Yasin, Minggu (21/6/2026).

Pembebasan Lahan Jadi Tantangan

Yasin menyebut pemerintah masih mengerjakan sekitar 20 kilometer ruas jalan. Pemerintah juga menargetkan penyelesaian ruas lainnya secara bertahap.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah sering menghambat proses pembebasan lahan. Karena itu, Pemprov Jatim memberikan dukungan kepada daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan, termasuk Kabupaten Trenggalek.

“Tahun ini kami memberikan bantuan sekitar Rp19 miliar untuk pembebasan lahan. Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut percepatan pembangunan Pansela segera terwujud,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjalankan peran masing-masing dalam pembangunan JLS. Pemerintah pusat membangun infrastruktur jalan, sedangkan pemerintah daerah menyiapkan lahan yang dibutuhkan.

Selain Trenggalek, Pemprov Jatim juga membuka peluang bantuan serupa bagi daerah lain di jalur Pansela yang menghadapi kendala anggaran pembebasan lahan.

Dongkrak Ekonomi Kawasan Selatan

Yasin menilai JLS akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa Timur. Saat ini, wilayah utara masih mendominasi perekonomian Jatim dengan kontribusi sekitar 52 persen. Sementara itu, wilayah selatan baru menyumbang sekitar 20,3 persen.

Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memperlancar arus barang, jasa, dan investasi ke wilayah selatan. Apalagi JLS nantinya terhubung dengan akses jalan tol di wilayah Kepanjen.

Baca Juga:  Jatim-DIY Perkuat Kolaborasi Pariwisata dan Budaya, Gubernur Khofifah Temui Sri Sultan

“Potensi wilayah selatan sangat besar. Ketika akses jalan tersambung, investasi akan masuk lebih mudah, ekonomi tumbuh, dan angka kemiskinan bisa ditekan,” pungkasnya. (r7)

Pos terkait