Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menata para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Loak Dupak Rukun. Sejak di lakukan sosialisasi dengan pendekatan humanis, para PKL mulai merapikan barang dagangan mereka sehingga tidak lagi mengganggu badan jalan. Setelah penertiban PKL pada lalu, Satpol PP Surabaya menyiapkan personel pengamanan untuk memastikan para PKL tidak lagi menaruh barang dagangan secara sembarangan.
Komandan Batalyon Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, menyatakan bahwa penertiban yang di lakukan pada hari ketiga ini sudah mencapai 90 persen. Penertiban PKL tersebut meliputi pembongkaran bangunan yang berada di bahu jalan dan di atas saluran.
“Progresnya sudah 90 persen, mulai dari sisi utara di bagian gapura hingga ke sisi selatan, tepatnya di area SD Negeri 2 Asemrowo dan SMPN 42. Sekarang tinggal pengangkutan hasil pembongkaran saja,” kata Mudita pada Kamis (11/7/2024).
Mudita menambahkan bahwa selama penertiban, tidak ada perlawanan dari para PKL.
“Alhamdulillah sampai penindakan hari ini, para pedagang kooperatif. Bahkan ada pedagang yang membongkar sendiri. Mereka mengemas barang serta lapak mereka sendiri,” ungkapnya.
Mudita menjelaskan, pihaknya akan menempatkan personel pengamanan untuk mengantisipasi adanya pedagang yang nekat berjualan di sekitar lokasi penertiban.
“Sesuai kesepakatan dengan Kecamatan Asemrowo. Nantinya pihak kecamatan bersama tiga pilar serta Satpol PP Kota Surabaya akan melakukan pengamanan di jalur utama Pasar Loak ini supaya tidak muncul lagi PKLnya,” jelasnya.
Rencananya, Satpol PP Kota Surabaya akan menempatkan sebanyak 30 personel di sekitar jalur utama Pasar Loak di Jalan Dupak Rukun. Mudita berharap, pasca penertiban ini, akses masyarakat menuju sekolah menjadi lebih mudah.
“Kami berharap pasar ini lebih rapi dan tertib, pengunjung pasar lebih nyaman, serta saluran air di sini juga lancar,” pungkasnya. (r6)





