D-ONENEWS.COM

Personil Gabungan Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019

Lumajang,(DOC) – Dalam Rangka Pengamanan Kampanye Terbuka Pemilu Tahun 2019 dan Gladi Lapang Sistem Pengamanan Kota”, bertempat di Lapangan Stadion Semeru Lumajang, Jumat (22/03/2019).

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, dan Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi, S.E.

Apel tersebut digelar dalam rangka pengecekan kesiapan aparat gabungan menyambut pengamanan kampanye terbuka dan pemungutan suara Pemilu 2019.

Gelar Pasukan ini juga dihadiri oleh anggota Polres Lumajang, anggota Batalyon 527, kodim 0821, KPU, PANWAS, Dishub, Satpol PP, BPO Linmas, Pagar nusa dan Satgas Keamanan Desa.

Ada yang unik dari gelar pasukan kali ini adalah keikut sertaan Satgas Keamanan Desa dalam rangka menghadapi Pemilu 2019.

Sejumlah 5.690 anggota satgas keamanan desa yang terbentuk dari 198 desa se-kabupaten Lumajang telah tunjukkan eksistensi mereka.

Mereka adalah relawan keamanan yang dibentuk kerjasama Polres dengan Pemda Lumajang.

Para anggota Satgas Kamdes di lengkapi HT sebagai alat komunikasi. mereka juga memiliki rompi khusus sebagai identitas anggota satgas keamanan desa sesuai dengan nama desanya.

Apel Gelar Pasukan  Pemilu 2019 bertemakan “Tingkatkan Sinergiritas TNI – Polri dengan Komponen Bangsa lainnya guna Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri) yang Kondusif”.

Dalam amanatnya, Komandan Kodim 0821 Letkol Ahmad Fauzi, SE membacakan sambutan tertulis Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI, Wiranto. Pada intinya,  pemilu 2019 merupakan pesta demokrasi yang dilakukan serentak oleh Bangsa Indonesia. Sukses tidaknya pesta demokrasi tergantung pada perangkat pemilu serta peran serta masyarakat.

Hal itu, dapat dijadikan kesempatan berharga untuk memilih calon legslatif yang akan mewakili penyampaian aspirasi rakyat dan kesempatan secara langsung memilih pemimpin Nasional.

“Pesta demokrasi bukanlah ajang untuk membenturkan pemimpin, melainkan memilih pemimpin nasional yang  nantinya akan membawa Indonesia ke masa yang lebh baik,” jelasnya.

Lebih jauh, dijelaskan bahwa Apel gelar pasukan ini dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia, pada apel gelar pasukan tahun 2019 ini jumlah total 453.133 orang dan untuk Kabupaten Lumajang sendiri berjumlah 700 orang, didudukung dengan kekuatan alutsista sesuai dengan potensi kerawanan yang ada jumlah kekuatan TNI – Polri ini cukup besar,  agar menciptakan keamanan yang terintegritas.

Dandim berpesan agar selalu menjalin sinergitas antar unsur Pemerintah, TNI – Polri dan seluru komponen masyarakat, segera kenali dan temukan serta netralisir potensi kerawanan yang bisa  menggangu pelaksanaan pemilu serentak.

“Tindak tegas sesuai aturan hukum kepada pihak yang mencoba menggangu kelancaran pemilu serentak. Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut menenangkan masyarakat agar tudak resah dengan berita – berita Hoax,” pesannya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan dalam pengamanan TPS, 20 TPS diamankan hanya oleh 2 personil Polri tentu kurang efektif.

“Tapi dengan keberadaan Satgas Keamanan Desa, tentu sangat efektif dalam membantu pengamanan. apalagi mereka sudah dilengkapi HT, sehingga memudahkan komunikasi” ujarnya Kembali.

Saat ini seluruh desa se-kabupaten Lumajang sejumlah 198 sudah membentuk Satgas Keamanan Desa. Tiap Desa beranggotakan 30-50 orang. Jumlah Personil Satgas Keamanan desa sejumlah 5.690 yang merupakah relawan keamanan.

Usai melaksanakan apel gelar pasukan, Bupati Lumajang, Kapolres dan Dandim menyerahkan secara simbolis alat komonukisai / HT kepada Forkopimca Kecamatan Kunir.

Setelah itu, dilanjutkan dengan menyaksikan pelaksanaan simulasi pengamanan pemilu oleh gabungan TNI POLRI dan Pemerintah Kabupaten Lumajang di Halaman Parkir Stadion Semeru.(imam/r7)

Loading...