
Jakarta,(DOC) – Dalam peluncuran kebijakan baru mengenai penyaluran tunjangan guru ASN daerah, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi kepada tiga kepala daerah atas komitmen tinggi mereka terhadap kesejahteraan guru. Ketiganya adalah Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Bupati Temanggung Agus Setyawan, dan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif.
Kebijakan ini menandai perubahan penting dalam tata kelola tunjangan guru ASN daerah. Pemerintah kini menyalurkan tunjangan tersebut langsung ke rekening masing-masing guru, dengan tujuan mempercepat, menyederhanakan, dan meningkatkan transparansi proses pencairan.
“Saya menyambut baik mekanisme baru ini. Penyaluran langsung ke rekening guru adalah langkah konkret untuk mengurangi inefisiensi,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya di Plasa Insan Berprestasi, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi sektor pendidikan. Menurutnya, upaya ini adalah tindak lanjut langsung dari arahan Presiden untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih sederhana, efisien, dan berdampak langsung.
“Birokrasi dalam pelayanan pendidikan harus dirombak. Layanan publik tidak boleh mempersulit, tetapi harus memudahkan. Penyaluran tunjangan langsung ke rekening adalah realisasi prinsip tersebut,” kata Mu’ti.
Apa Kata Para Kepala Daerah?
Kepala daerah yang hadir dalam acara peluncuran kebijakan ini menyambut baik langkah pemerintah pusat. Mereka menyampaikan bagaimana kebijakan ini memperkuat dukungan nyata bagi para pendidik di daerah masing-masing.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menilai kebijakan ini sangat relevan, khususnya bagi guru yang bertugas di wilayah dengan keterbatasan akses. Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Kudus telah melengkapi upaya pemerintah pusat. Hal ini di lakukan dengan memberikan tunjangan lokal kepada guru swasta serta guru SD dan SMP Rp1 juta/bulan.
“Transfer langsung ke rekening guru sangat berdampak, khususnya di daerah. Ini sinergi luar biasa antara pusat dan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan guru,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyatakan bahwa tunjangan yang diterima secara langsung mempercepat pencairan dan memberikan motivasi baru bagi para guru. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi di daerah agar kebijakan ini berjalan lancar dan berkelanjutan.
“Ketika tunjangan datang tepat waktu, guru bisa lebih fokus mengajar dan mendidik. Ini langkah sederhana tapi berdampak besar,” kata Agus.
Sementara itu, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyoroti aspek verifikasi data sebagai faktor penting agar tunjangan benar-benar sampai kepada yang berhak. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengusulkan penambahan alokasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan tambahan penghasilan untuk mendukung para pendidik di wilayahnya.
“Kami ingin memastikan penyaluran tepat sasaran. Selain itu, dukungan untuk guru harus terus ditingkatkan, baik dari sisi insentif maupun perhatian terhadap kondisi mereka di lapangan,” tegas Fahmi.
Fahmi juga membagikan pengalaman dari pertemuannya dengan guru-guru di Purbalingga yang menggambarkan semangat luar biasa dalam menjalankan tugas mereka, meskipun dalam kondisi terbatas. Menurutnya, semangat seperti itu layak mendapatkan apresiasi dalam bentuk kebijakan yang nyata dan berkeadilan. (r6)





