Surabaya,(DOC) – Kabar pencopotan jabatan Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Surabaya, Hendro Gunawan akhirnya terjawab pasti.
Hal ini seperti yang di ungkapkan Wali kota Eri Cahyadi yang memastikan posisi Sekda akan di rotasi. Bahkan pelantikan rotasi dan mutasi jabatan sudah di lalui Sekda yang akan di copot, bersama pelantikan 320 pejabat eselon II dan IV lainnya, Rabu(12/10/2022) kemarin.
Namun meski demikian, Wali Kota belum menyebutkan nama pengganti Hendro Gunawan untuk menjalankan tugas Sekda Pemkot Surabaya sebagai pelaksana tugas (Plt) atau pejabat pengganti sementara.
“Ya, nanti tunggu,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat di temui usai penyerahan bonus Atlet, Kamis(13/10/2022).
Wali kota Eri juga tak berkomentar, menanggapi kabar santer yang beredar di lingkungan Pemkot Surabaya, bahwa pejabat yang mengisi posisi Sekda Kota nanti, adalah Assiten 1 Sekda (Pemerintahan dan Kesra) Erna Purnawati.
“Ya nanti di tunggu lah,” ujarnya lantas tertawa.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menegaskan, pasca pelantikan dan rotasi pejabat kemarin sampai hari ini, posisi Sekda kota Surabaya masih di jabat Hendro Gunawan.
“Kan belum hari ini. Aktifnya per-besok kan. Ting,” katanya sambil tersenyum.
Seperti pada pemberitaan sebelumnya, rotasi dan pelantikan 320 pejabat setara pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawasan dan fungsional telah berlangsung di Graha Sawunggaling, Rabu(12/10/2022) kemarin.
Terdapat beberapa alasan rotasi pejabat ini di lakukan oleh Wali Kota Surabaya. Pertama, untuk mendekatkan dengan rumahnya masing-masing, karena pelayanan itu bisa maksimal kalau pejabat itu dekat dengan rumahnya atau wilayahnya.
Kedua, menjalankan program pelayanan publik yang harus berhenti dan selesai di kelurahan. Sehingga dengan begitu, maka di butuhkan kerja maksimal para pejabat. Tentunya pejabat yang kantornya dekat rumah, otomatis kinerjanya dapat semakin maksimal memberikan pelayanan.
“Saya harap mereka bisa menciptakan inovasi-inovasi dan bersinergi dengan berbagai stakholder untuk mensejahterakan warga. Makanya rotasi ini kita dekatkan mereka ke rumahnya masing-masing,” tandasnya.
Ketiga, memberikan suasana baru untuk meningkatkan kemampuan masing-masing pejabat. Waktu (5)lima di anggapnya sudah cukup konsen pada jabatanya, sehingga layak untuk di rotasi.
“Jadi ini salah satu cara untuk meningkatkan dan menaikkan kemampuan manajerial mereka. Apalagi, syarat untuk menjadi kepala dinas dan camat itu harus pernah memimpin di beberapa tempat. Dan inilah saatnya. Intinya, kalau dia di camat terus tidak bisa, karena dia tidak pernah memegang anggaran besar, makanya perlu di rotasi,” katanya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para camat dan lurah, agar tidak mengatakan kepada warga, masalah akan di sampaikan ke Pemkot Surabaya.
Wali kota mengingatkan, bahwa pejabat itu adalah warga. sedangkan Pemkot Surabaya adalah jubahnya. Rumah bagi para pejabat itu. Pejabat menangis, bersedih dan bahagia harus mengatasnamakan Pemkot Surabaya. Ingat, tandas Wali Kota, pendapatan para pejabat itu berasal dari pajak warga Kota Surabaya.
“Artinya kalau ada masalah di bawah, jangan pernah mengatakan bahwa nanti akan di sampaikan ke Pemkot Surabaya. Lha ini tidak jelas, wong pejabat pemkot mengatakan seperti itu. Pemkot Surabaya itu adalah rumah kita, baju kita, kalau kita bilang seperti itu, berarti kita merusak baju kita. Merobek baju kita sendiri,” tandas Wali kota yang akrab di sapa Cak Eri ini.(r7)




