
Lumajang, (DOC) – Perjuangan pantang menyerah mewarnai keberhasilan atlet asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Meski sempat terjatuh hingga ada yang sudah berusia kepala tiga, mereka sukses membawa pulang medali dan disambut meriah bak pahlawan saat kembali ke kampung halaman.
Tiga atlet yang mewakili Indonesia tersebut adalah Feri Yudoyono dan Zaenal Fanani dari cabang olahraga balap sepeda, serta Saiful Rizal dari cabang sepak takraw.
Kepulangan mereka disambut langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, diiringi pawai melintasi jalan protokol kota yang dipadati ratusan siswa dan warga.
Dua dari tiga atlet tersebut berhasil menyumbang medali untuk Merah Putih. Feri Yudoyono meraih medali perunggu di nomor Men’s Cross Country Mountain Bike—sebuah pencapaian bersejarah karena menjadi medali pertama Indonesia di nomor tersebut pada ajang Asian Games.
Keberhasilan Feri diraih lewat drama dramatis. Ia sempat terjatuh saat perlombaan menyisakan kurang dari setengah putaran, padahal tengah bersaing ketat memperebutkan emas dan perak.
“Walaupun susah, dalam hati tidak ada kata menyerah. Saya berjuang sampai selesai dan alhamdulillah bisa dapat medali,” ungkap Feri, Jumat (9/10/2026).
Kisah inspiratif lain datang dari Saiful Rizal. Di usianya yang telah memasuki kepala tiga, Saiful membuktikan kemampuannya belum habis dengan menyabet dua medali perak sekaligus di nomor kuadran putra dan perunggu di nomor beregu putra cabang sepak takraw.
“Alhamdulillah, di usia saya yang menginjak kepala tiga ini masih bisa memberikan medali perak dan perunggu untuk Indonesia,” kata Saiful, seraya berpesan agar generasi muda terus mengasah kemampuan untuk melampaui capaian para seniornya.
Atas prestasi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi tinggi perjuangan para atlet dan berharap momen penyambutan ini membakar semangat para pelajar di Lumajang.
Ia meminta Feri dan Saiful turut membantu membina bibit-bibit muda agar regenerasi atlet di daerah terus berlanjut.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Lumajang melalui Dispora dan KONI siap memperkuat sarana prasarana serta pembinaan cabang olahraga potensial.
Selain itu, Pemkab juga menyiapkan bonus uang pembinaan bagi para peraih medali, yakni Rp40 juta untuk medali perak dan Rp30 juta untuk medali perunggu kategori perorangan.





