Tabliqh Akbar Berjalan Damai, Ribuan Umat Islam Bubar Dengan Tertib

Surabaya,(DOC) – Tabliqh Akbar di masjid Al Falah, Sabtu(28/1/2017) berjalan tertib tanpa meninggalkan sampah. Ribuan umat muslim yang berkumpul untuk melaksanakan sholat Shubuh bersama kemudian mengikuti ceramah agama, bubar dengan memunguti sampah terlebih dahulu.
Kegiatan bertema ” Aksi Bela Ulama : Tegakkan Keadilan, Stop Kriminalisasi Ulama Demi Tegaknya NKRI,” yang diselenggarakan oleh Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim berdamai, diikuti kurang lebih 75 Orgnisasi masyarakat muslim dan Lembaga Islam.
Hadir sebagai penceramah yaitu ketua umum Gerakan Nasional Penegak Fatwa – Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), KH. Bachtiar Nasir.
Dalam ceramahnya, Ia sempat memberi pesan kepada para pejabat di kota Surabaya untuk tidak terpancing oleh provokasi beberapa pihak, untuk mengadu domba umat islam dengan pemeluk agama lain.
“Kita ini menggelar aksi damai tanpa mengedepankan permusuhan untuk meminta keadilan pada penista agama. Jadi tidak perlu dirisaukan,” kata KH Bachtiar Nasir, disela ceramahnya.
Hal yang sama juga disampaikan sebelumnya, oleh Ketua GUIB Jawa timur, Muhammad Yunus.
“Tabliqh Akbar digelar untuk menyikapi adanya pembangunan opini beberapa pihak bahwa ummat Islam yang berjuang menegakkan surat Al-Maidah 51 dan melawan isu komunisme, adalah bagian kelompok yang intoleran dan anti-kebhinekaan,” Ucapnya dihadapan ribuan umat Islam.
Pada sambutannya, M. Yunus juga menyampaikan sikapnya yang menentang setiap kebijakan kriminalisasi terhadap ulama dan penyebaran paham Komunis di Indonesia.
“Kegaduhan di republik ini dikarenakan satu orang karena penistaan agama. Kalau ditangani dengan baik maka tidak akan terjadi kegaduhan. Kita dorong penegak hukum bertindak objektif,” kata Muhammad Yunus.
Sementara itu, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jatim, Habib Chaidar Al Hamid saat orasi meminta kepada umat muslim menolak segala bentuk kelompok, ormas dan partai yang mendukung kaum yang dianggap kafir.
“Demi Allah kita tidak akan mendukung partai atau kelompok yang mendukung kepentingan kaum kafir,” seru Chaidar Al Hamid yang disambut takbir seluruh umat muslim yang hadir.
Aksi yang berlangsung sejak pagi dini hari, Sabtu(28/1/2017), tidak membuat arus lalu lintas disepanjang jalan Darmo hingga Taman Bungkul terjadi kemacetan.
AKBP Ade Wira Siregar, Kasatlantas Polrestabes Surabaya mengatakan, hambatan hanya karena separuh badan jalan digunakan untuk parkir kendaraan.
“Separuh jalan saja yang digunakan untuk parkir, sehingga tidak perlu ada penutupan arus lalu lintas,” ungkap Kasatlantas.
Personil keamanan yang dikerahkan Polrestabes Surabaya yaitu sebanyak 1700 petugas. Mereka bertugas mengamankan di area Tabligh Akbar Masjid Al Falah dan acara Muhammadiyah di kampus Sutorejo.(iw/r7)
Terpisah, dalam kegiatan Tabliqh Akbar, GUIB Jatim juga menyebarkan seruan yang memuat beberapa tuntutan, yaitu ;

  1. Tegakkan supremasi hukum secara adil tanpa tebang pilih demi menegakkan UUD 1945 Pasal 27 ayat 1 yakni segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum. Stop kriminalisasi ulama!
  2. Mengingatkan seluruh aparat penegak hukum khususnya Polri dan kejaksaan yang bukan merupakan alat politik sehingga dapat digunakan untuk melindungi pihak-pihak maupun golongan tertentu.
  3. Menolak seluruh kebijakan pembungkaman kebebasan berpendapat yang berusaha menyampaikan kebenaran dan fakta.
  4. Mendesak adanya resolusi politik dari pemerintah untuk mencari solusi bersama agar permasalahan Bangsa ini tidak larut berkepanjangan. Kepemimpinan nasional tidak boleh melemah.
  5. Mengingatkan kejaksaan agar memproses persidangan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara serius, objektif, dan transparan.
  6. Mengajak seluruh ummat Islam untuk bersatu dan memperkuat ukhuwah untuk menolak seluruh pemikiran dan aktivitas yang berhubungan komunisme demi tegaknya NKRI dan Pancasila.