D-ONENEWS.COM

Tuas Pintu Darurat Ditarik Penumpang, Wings Air Putar Balik

Lombok (DOC) – Diduga tuas pintu darurat ditarik penumpang, pesawat Wings Air nomor penerbangan IW1878 tujuan Bima terpaksa putar balik dan mendarat di Bandara Lombok, Selasa (12/10).

Pesawat Wings Air tipe ATR72 tersebut lepas landas dari Bandara Lombok pada pukul 16.06 Wita dengan tujuan Bima.

Setelah terbang selama 20 menit, pesawat yang membawa 62 penumpang tersebut kembali mendarat di Bandara Lombok pada pukul 16.26 Wita.

Sementara itu salah satu penumpang pesawat tersebut membagikan pengalamannya dan menyiarkan langsung suasana setelah pesawat mendarat di darurat melalui akun Facebooknya.

Pemilik akun Facebook Dewi Ratna Muchlisa tersebut live sekitar 9 menit 22 detik.

Dalam video tersebut ia menyebut insiden tersebut terjadi diduga karena ulah penumpang yang duduk di bagian depan memegang tuas pintu darurat hingga sedikit terbuka.

Akibat kejadian tersebut akhirnya pesawat terpaksa kembali mendarat ke Bandara Lombok dan batal berangkat ke Bima.

Saat dikonfirmasi, Humas Bandara Lombok, Arif Haryanto membenarkan pesawat Wings Air melakukan RTB (return to base) pada Selasa.

Menurutnya setelah terbang selama 20 menit, pesawat dengan tujuan Bima tersebut terpaksa kembali mendarat di Bandara Lombok pukul 16.26 Wita.

“Artinya kalau lihat ATD (actual time of departure) dan ATA (actual time arrival) setelah terbang sekitar 20 menit, pilot memutuskan untuk mendarat kembali ke bandara asal (RTB) karena alasan air pressure trouble,” kata Arif, dilansir dari Kompas.com, Rabu (13/10).

Pesawat yang mengangkut 62 penumpang tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Lombok.

Kemudian pada pukul 16.47 Wita seluruh penumpang turun menuju ke ruang tunggu bandara.

Pihak maskapai penerbangan memutuskan untuk menunda penerbangan dan calon penumpang akan diberangkatkan kembali pada Rabu (13/10) pukul 11.00 Wita.

Dari total 62 penumpang, sebanyak 51 orang calon penumpang saat ini menginap di Hotel JM Kuta Lombok.

Sementara 11 orang calon penumpang lainnya menginap di rumah masing-masing dan diberi uang transportasi sebesar Rp 150.000.

Arif tak menjelaskan lebih lanjut saat disinggung dugaan tuas pintu darurat dibuka penumpang.

Menurutnya, persoalan tersebut merupakan ranah maskapai penerbangan.

“Kami di pihak bandara hanya memastikan penanganan penumpang yang terdampak penundaan penerbangan tersebut ditangani oleh pihak maskapai penerbangan sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya. (kc)

Loading...