Surabaya, (DOC) – Untuk hari pertama, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Eri Cahyadi bakal berkantor di Kelurahan Bubutan dan Krembangan Selatan mulai besok, Kamis (29/05/2021).
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, bahwa rencana untuk berkantor di kelurahan ini lantaran keinginannya agar dapat mendengar langsung keluhan serta keinginan masyarakat. Ia berharap, melalui masukan-masukan yang disampaikan oleh warga itu, pemkot tidak salah ketika akan mengambil sebuah kebijakan. “Fainsya Allah mulai besok hari Kamis, saya ngantornya di kelurahan, gantian di kelurahan. Jadi kalau nanti ingin bertemu saya secara langsung, silahkan bertemu saya langsung di kelurahan,” ujarnya, Rabu (19/5/2021).
Ia juga berharap, warga di kelurahan sekitar dapat menyampaikan keluhan atau keinginannya tersebut. Keinginannya ini hanya sebagai salah satu bentuk istiqamah dalam melayani warga Surabaya. “Karena jabatan yang kami punya itu akan kami pertanggungjawabkan di hadapan Gusti Allah,” jelasnya.
Ia mengaku rencana berkantor di kelurahan itu akan dilakukannya setiap hari. Tentunya kelurahan yang dituju akan dijadwalkan secara bergantian. “Setiap hari saya akan ada di Kelurahan. Karena saya ingin dengar betul bagaimana sebenarnya keluhan dan keinginan masyarakat. Karena kalau saya tidak mendengar sendiri, saya takut mengambil sebuah kebijakan yang salah,” ungkapnya.
Sebab menurutnya, seorang pemimpin itu mengemban sebuah tanggung jawab yang besar kepada rakyatnya. “Masyarakat yang ingin ketemu saya langsung silahkan, baik ingin mengeluhkan kinerjanya lurah, mengeluhkan kinerjanya camat, silahkan disampaikan. Nanti kita carikan solusi,” ujarnya.
Namun demikian, ia kembali menegaskan, bahwa langkah yang diambilnya ini bukan bertujuan untuk mencari siapa yang salah dan benar. Tapi bagaimana mencarikan solusi setiap permasalahan yang ada. “Fainsya Allah tidak ada yang salah dan benar di sini. Tapi apa yang harus kita lakukan untuk perbaikan kepentingan masyarakat,” terangnya.
Siakhir kalimat ia menyampaikan bahwa siapa saja yang dapat bekerja dan mengemban amanah melayani masyarakat, silahkan menjadi seorang pemimpin. Namun, hal itupun juga berlaku sebaliknya. Siapapun selama tidak bisa menjalankan amanah, maka silahkan keluar dari seorang pemimpin. “Apakah itu saya pribadi, apakah itu lurah, apakah itu camat, ayo kita koreksi bersama-sama. Sebab manusia tidak ada yang sempurna. Karenanya ayo kita bekerjanya dengan hati, ayo yang menjadi solutif,” pungkasnya. (Hm/Fr)
