Warga dan Kader Banteng Surabaya Antusias Senam SICITA, Peringati Hari Lahir Bung Karno

Surabaya,(DOC) – PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar senam Indonesia cinta tanah air (SICITA) di Jalan Peneleh, Minggu (4/6/2022), di depan kampung Pandean Gang IV, tempat kelahiran Sang Proklamator, Bung Karno.

Senam SICITA itu bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir “Putra Sang Fajar”, sebutan lain dari Bung Karno pada 6 Juni 1901.

Bacaan Lainnya

“Warga masyarakat antusias merayakan Hari Lahir “Putra Sang Fajar”, yang akan kita peringati 6 Juni. Ratusan peserta mengikuti senam SICITA, dengan wajah sumringah, gembira dan bahagia,” kata Mohammad Jupri, Ketua PAC PDI Perjuangan, yang menjadi tuan rumah.

Ratusan warga hadir, bersama-sama kader-kader banteng yang datang dari berbagai penjuru Kota Surabaya. “Warga Peneleh, terkhusus di kampung Pandean Gang IV, sangat merasakan kebahagian Hari Lahir Bung Karno,” kata Jupri.

Para tokoh Surabaya itu berbaur dengan riang gembira, sehat, dengan warga masyarakat dan kader-kader PDI Perjuangan. Memakai kaos warna merah, warna kebanggaan PDIP.

“Senam SICITA adalah bagian dari peringatan Hari Lahir Bung Karno, Bapak Bangsa. Sang Proklamator lahir di rumah kecil, kampung Jl. Pandean Gang IV No. 40 pada 6 Juni 1901. Rumah sedang pemugaran oleh Wali Kota Eri Cahyadi,” kata Sjukur Amaludin, Ketua Panitia Peringatan Hari Lahir Bung Karno.

Senam SICITA berlangsung dengan meriah. Dengan pemandu instruktur yang pandai mengatur gerakan.

“Senam SICITA penciptanya DPP PDI Perjuangan untuk membangun kebugaran dan kesehatan tubuh. Sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air Indonesia, spirit ajaran Bung Karno,” ujar Anas Karno, Sekretaris Panitia.

Lagu-lagu nasional seperti Garuda Pancasila, lagu-lagu daerah dan lagu Kebyar-Kebyar ciptaan Gombloh sebagai penutup musik pengiring senam.

“Senam SICITA semakin memperkuat semangat kejuangan, semangat cinta tanah air. Dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Mensana in corpore sano,” kata Anas.

Baca Juga:  Tunggu Rekom DPP Turun, PDI-P Surabaya Tingkatkan Koordinasi Internal Partai

Sjukur Amaludin menambahkan, peringatan Bulan Bung Karno setiap tahun pada bulan Juni. “Ada tiga momen penting di bulan Juni yang terkait dengan Bung Karno,” terang Amaludin.

  • Pada 1 Juni 1945, Bung Karno mencetuskan Pancasila, yang menjadi dasar negara Indonesia. Menyampaikan pidato di depan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
  • Pada 6 Juni 1901, Bung Karno lahir di rumah kecil kampung Jl. Pandean IV / 40, Kelurahan Peneleh, Kec. Genteng.
  • Pada 21 Juni 1970, Bung Karno wafat di Jakarta, di makamkan di Bendogerit Kota Blitar. Hari itu telah menjadi kedukaan nasional.

“Kita bahagia dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno. Ini semakin menegaskan “Putra Sang Fajar” sebagai arek Suroboyo,” pungkas Amaludin.(r7)

Pos terkait