Jakarta (DOC) – Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menyoroti pelaksanaan target kinerja para menteri dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai target yang telah diberikan kepada para menteri belum terlaksana dengan baik, meskipun arah pembangunan pemerintah telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2030.
Menurut Kamrussamad, RPJMN telah ditetapkan sebagai acuan pembangunan dan diselaraskan dengan visi serta misi presiden. Proses perencanaan pembangunan juga dilakukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) setiap tahun.
Namun, ia menilai pelaksanaan target kinerja atau indikator kinerja utama (KPI) yang diberikan kepada para menteri masih menjadi persoalan.
“Kenapa RPJMN sudah ditetapkan, RPJMN 2025-2030 ditetapkan, musrenbang setiap tahun dilaksanakan, kompilasi dengan visi dan misi presiden diterjemahkan dalam sebuah rancang bangun,” ujar Kamrussamad, dikutip Selasa (20/10/2026).
Ia kemudian menyoroti target kinerja para menteri yang dinilainya belum terlaksana dengan baik.
“KPI yang sudah diberikan para menteri, ini yang tidak ter-deliver dengan baik dan menurut saya kita harus objektif dan beri kesempatan ke presiden untuk lakukan evaluasi total utamanya kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan pelayanan publik,” kata Kamrussamad.
Ia juga menyoroti persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) dan pemadaman listrik yang menurutnya perlu segera ditangani. Kamrussamad menilai gangguan pelayanan tersebut dapat memengaruhi kelancaran rantai pasok ekonomi di berbagai daerah jika terus berlarut-larut.
“Kenapa antrean BBM di mana-mana, kenapa terjadi pemadaman listrik di mana-mana,” ujarnya.
Ia menegaskan persoalan pelayanan publik tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kegiatan ekonomi daerah.
“Ini harus dihentikan karena ada distorsi kebijakan yang tidak ter-deliver untuk kepentingan publik dan itu kalau dibiarkan dan terus berlarut maka rantai supply chain ekonomi kita akan rusak di setiap daerah,” kata Kamrussamad. (rd)