24 Kabupaten/Kota di Jatim Rawan Kekeringan di Musim Kemarau

Surabaya,(DOC) – Memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melansir 24 kabupaten/kota di Jawa Timur rawan kekeringan, tepatnya tersebar di 180 kecamatan dan 566 desa.

Diperkirakan oleh Badan Meteorologi Geo Fisika (BMKG), puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang. Hal ini akan berpengaruh pada kondisi di tempat rawan kekeringan.

Bacaan Lainnya

Sesuai letak geografis, Jatim sangat rentan dengan bencana, mulai erupsi gunung berapi, gempa, tsunami, banjir, longsor dan kekeringan.

Dari 38 kabupaten/kota setidaknya ada 664 kecamatan rawan bencana. BPBD Jatim mencatat ada 2.742 desa.

“Hingga pertengahan 2019, terdapat 24 kabupaten/kota di Jatim yang rawan kekeringan, tersebar di 180 kecamatan dan 566 desa. Dalam waktu dekat Pemprov akan menerbitkan surat edaran bagi Bupati/Walikota terkait siaga bencana kekeringan,” ungkap Subhan Wahyudiono, Kepala BPBD Jatim.

Berdasarkan pemetaan BPBD, kabupaten Sampang menjadi daerah paling parah kekeringan, karena ada 67 desa rawan bencana kekeringan. Disusul kabupaen Tuban sebanyak 55 desa dan kemudian Ngawi, Pacitan dan Lamongan.

“Pelatihan tanggap bencana ke desa-desa, agar bila terjadi bencana masyarakatnya sudah siap dan harus menunggu bantuan datang,” pungkasnya.(div/r7)