Pemukiman Ramah Lingkungan di Lahan Relokasi Jadi Percontohan

Lumajang,(DOC) – Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Riono Suprapto meninjau proses pembangunan hunian tetap (huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Sumbermujur, Selasa (22/3/2021).

Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Riono Suprapto mengatakan, bahwa konsep pemukiman berwawasan lingkungan di lahan relokasi Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro merupakan pemukiman yang mampu menjadi salah satu percontohan bagi daerah-daerah lain di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemukiman di lahan relokasi tersebut merupakan konsep pemukiman yang dinilai aman, nyaman, asri berkelanjutan.

“Untuk di Jawa Timur baru ini konsep yang berwawasan lingkungan, salah satu pemukiman di Lumajang yang menjadi panutan dan dapat ditiru, khususnya di Jawa Timur,” kata Riono

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap percepatan progres pembangunan hunian di lahan relokasi.

“Alhamdulillah progresnya sangat menggembirakan, dari rencana 1951 hunian yang akan dibangun, sekarang sudah terbangun 1300 dilengkapi dengan listrik, air bersih dan air kotor sekaligus dilengkapi dengan akses jalan serta fasilitas lainnya,” jelasnya.

Riono berharap seluruh stake holder, baik pusat, daerah maupun swasta dapat terus bersama-sama bekerja keras, sehingga progres pembangunan infrastruktur di lahan relokasi bisa segera rampung sesuai rencana awal.

” Harapannya yang kita rencanakan semula ini, April sudah tuntas, nanti Mei sudah dimulai dan warga sudah bisa menempati rumah barunya masing-masing,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengakui, bahwa proses relokasi dan recovery terhadap masyarakat terdampak Erupsi Gunung Semeru berlangsung sangat cepat.

Dalam jangka waktu tiga bulan, terhitung mulai Januari, Februari dan Maret sudah banyak hunian yang sudah mulai rampung, kemudian fasilitas seperti drainase serta akses jalan juga sudah dalam proses pengerjaan.

“Ini sudah luar biasa bagi kami pemerintah daerah, proses recovery penanganan bencana dalam tiga bulan ini sangat cepat,” katanya.

Cak Thoriq menambahkan, pihaknya juga akan menyediakan fasilitas kebutuhan hunian, seperti kebutuhan dapur, kursi serta fasilitas lainnya.

“Sinergitas antara kami pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat ini menjadi satu kesatuan, dan kami menyiapkan hal-hal yang mungkin belum menjadi pemenuhan kebutuhan masing-masing kementerian,” pungkasnya. (Imam)