Jakarta (DOC) – Pegiat media sosial (medsos) Ade Armando dianiaya massa sampai babak belur di depan gedung DPR RI, Senin (11/4). Ade dianiaya saat ikut mengawal demo mahasiswa 11 April menolak penundaan Pemilu 2024.
Dia dikeroyok di tengah massa yang teriak ‘pelaku penistaan agama’. Sekumpulan massa yang mengeroyok Ade diduga bukan dari kelompok mahasiswa. Belum diketahui pasti penyebab massa aksi mengeroyok Ade Armando.
Demo ricuh usai Kapolri Jenderal Listyo Sigit bersama pimpinan DPR menemui pendemo. Tak berselang lama, lemparan botol dan batu diarahkan ke gedung DPR. Kondisi memanas pukul 15.30 WIB.
Di tengah kericuhan, terjadi keributan sekelompok orang. Ternyata, keributan itu melibatkan Ade Armando. Dosen UI itu tiba-tiba dikeroyok oleh sejumlah massa aksi.
Dilansir dari laman Merdeka.com, Senin (11/4), dia dianiayai hingga tersungkur ke aspal. Bahkan, celana panjang yang dikenakannya Ade Armando dilucuti massa.
Ade juga mencoba melindungi kepala dan badan sambil tersungkur ke tanah ketika dia menerima amukan massa. Seorang massa tampak ikut melindungi Ade.
Ade langsung diamankan oleh petugas kepolisian. Dia dibopong ke pos Objek Vital Pengamanan DPR. Wajah Ade terlihat penuh lebam dan berdarah.
Ade saat ini telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI.
Dalam aksi tersebut, kelompok yang terdiri dari kumpulan BEM beberapa universitas ini membawa beberapa tuntutan di antaranya penolakan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. (mdk)