
Surabaya, (DOC) – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) telah menembus angka 81 ribu unit diseluruh Indonesia. Provinsi Jawa Timur (Jatim) sendiri menjadi daerah dengan jumlah terbanyak.
Penelaah Teknis Kebijakan sekaligus Ketua Tim Penyuluhan, Advokasi, dan Hukum Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Imam Hamadi Wijaya, mengungkapkan bahwa lompatan besar ini merupakan buah dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Dari total capaian nasional tersebut, Jawa Timur mendominasi dengan kontribusi ribuan unit.
“Dari sekitar 81 ribu koperasi yang sudah terbentuk secara nasional, sebanyak 8.494 unit berada di Jatim. Sementara untuk di Kota Surabaya sendiri, sudah terdapat 158 koperasi yang tersebar di seluruh kelurahan,” ujar Imam saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).
Imam menjelaskan, KD/KMP dirancang dengan cetak biru yang kokoh untuk menjalankan dua fungsi utama, yaitu sebagai penggerak konsumsi masyarakat sekaligus penguat sektor produksi desa, serta berperan memotong rantai distribusi untuk menyediakan kebutuhan pokok murah, mulai dari minyak goreng, beras, LPG 3 kilogram, hingga pupuk bersubsidi.
“KD/KMP hadir untuk mendukung masyarakat desa agar lebih mudah mendapatkan pupuk, sarana pertanian, hingga fasilitas yang menunjang kegiatan perikanan dan pertanian,” katanya.
Untuk menyokong perputaran ekonomi ini, pemerintah telah menyiapkan tujuh unit layanan utama di setiap titik, meliputi gerai sembako, gerai logistik, pergudangan, unit simpan pinjam, klinik kesehatan, apotek desa, hingga kantor layanan koperasi.
Berbeda dengan koperasi biasa yang tumbuh mandiri secara organik, KD/KMP mendapatkan karpet merah dari pemerintah pusat. Aspek pembinaan dan pengawasannya melibatkan kepala desa maupun lurah secara ex-officio.
Di Jatim, geliat koperasi ini sangat menggembirakan. Dari total 8.494 koperasi yang terbentuk, sebanyak 1.089 koperasi di antaranya sudah tancap gas beroperasi secara mandiri menggunakan modal yang dihimpun dari semangat gotong royong warga setempat.
Salah satu potret suksesnya berada di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Koperasi Desa Merah Putih di sana berhasil mengolah potensi kopi lokal hingga menembus pasar global.
“Mereka mampu mengembangkan pengolahan kopi hingga siap ekspor dalam bentuk green bean ke Jepang. Ini menjadi contoh nyata bagaimana koperasi dapat mengangkat potensi ekonomi desa,” puji Imam.





