Lumajang, (DOC)– Hama tikus kembali menjadi ancaman serius bagi para petani di Kabupaten Lumajang. Serangan hama ini telah merusak ratusan hektar lahan pertanian, mengancam ketahanan pangan daerah.
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat dengan berbagai upaya pengendalian hama. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan predator alami tikus, yaitu burung hantu. Puluhan rumah burung hantu telah di pasang di kawasan pertanian yang paling parah terdampak.
Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan petani untuk melakukan fumigasi menggunakan belerang pada lubang-lubang tikus. Pembersihan lahan secara rutin juga menjadi langkah penting untuk mencegah tikus bersarang.
Pj. Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, Pemerintah sudah melakukan upaya untuk mengatasi serangan hama tikus agar tidak semakin meluas yakni menyebar burung hantu dan memasang rumahnya. Total, ada 93 rumah burung hantu (rubuha) yang sudah dipasang
Puluhan rubuha itu disebar di tiga kecamatan yang paling parah diserang hama tikus. Di antaranya, Kecamatan Candipuro, Kunir, dan Yosowilangun.
“Kita juga sudah menaruh burung hantu dan membuatkan rumahnya, tadi kita sebar di tiga kecamatan yang terbilang paling parah yaitu Kunir, Yosowilangun, dan Candipuro,” kata Indah
Selain rubuha, pemerintah bersama petani juga memasukan belerang yang di bakar ke dalam lubang tempat persembunyian tikus.
“Tadi saya ke sana menggunakan belerang. Jadi belerang di tutup di lubang-lubang sawahnya lalu di bakar, petani juga kita minta untuk sering membersihkan pematang supaya tidak jadi sarang tikus,” tambahnya.
Indah mengimbau masyarakat, terutama para petani, untuk tidak menggunakan jebakan listrik yang berbahaya. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pertanian untuk mengurangi populasi tikus.
“Kami juga berpesan kepada para petani agar rutin membersihkan pematang sawah-sawah. Supaya tidak jadi sarang tikus,” Pungkasnya. (Imam)