Pemkot dan Polrestabes Surabaya Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Pemkot dan Polrestabes Surabaya Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam perlindungan perempuan dan anak. Komitmen tersebut di tegaskan seiring resmi di bentuknya Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya.

Bacaan Lainnya

Hal itu di sampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan Bazar Kendaraan Bermotor (Ranmor) di Polrestabes Surabaya, Kamis (23/1/2026) sore.

“Alhamdulillah, di Polrestabes Surabaya sekarang sudah ada Kasat baru yang khusus menangani perempuan dan anak. Ini menjadi penguatan agar program perlindungan perempuan dan anak di Surabaya bisa berjalan lebih masif,” ujar Eri.

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya selama ini juga memiliki program khusus untuk melindungi anak-anak dari risiko keselamatan di jalan, salah satunya dengan membantu pengemudi ojek online (ojol) perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

“Kami punya program agar perempuan-perempuan ojol bisa mendapatkan bantuan, supaya anaknya tidak di ajak bekerja di jalan. Karena itu sangat berbahaya bagi keselamatan anak,” jelasnya.

Eri menuturkan, program tersebut berawal dari temuan seorang pengemudi ojol perempuan yang membawa anaknya saat bekerja. Anak tersebut masih berusia sekitar empat tahun dan berisiko tinggi jika terus di ajak beraktivitas di jalan raya.

“Anaknya masih kecil. Kami koordinasikan agar ibunya tidak lagi mengajak anak bekerja. Alhamdulillah, kemudian anak tersebut kami fasilitasi masuk PAUD milik Pemkot Surabaya dan juga mendapatkan layanan penitipan anak,” ungkapnya.

Perkuat Kolaborasi

Ke depan, Pemkot Surabaya akan memperkuat kolaborasi dengan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

“Saya sudah sampaikan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar berkolaborasi dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya, mengundang ojol perempuan, dan memberikan imbauan agar anak-anak mereka tetap aman,” katanya.

Baca Juga:  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Buka Peluang Kerja Sama Transportasi dengan Kampus

Menurut Eri, Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas pendidikan dan penitipan anak sebagai solusi konkret bagi para pengemudi ojol perempuan. Langkah ini bertujuan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak sekaligus mendukung orang tua tetap dapat bekerja.

“Pemerintah kota akan hadir, baik dari sisi sekolahnya maupun penitipan anaknya. Supaya anak-anak bisa tumbuh dengan aman, nyaman, dan tidak berada dalam situasi berbahaya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eri juga menyampaikan apresiasi atas pelantikan Kasat Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya yang baru. Ia berharap keberadaan satuan ini dapat semakin memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kota Pahlawan.

“Saya matur nuwun Pak Kapolrestabes. Semoga dengan adanya Satres PPA-PPO ini, perlindungan perempuan dan anak di Surabaya semakin masif,” harapnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya siap mendukung penuh seluruh program Pemkot Surabaya melalui kolaborasi lintas sektor.

“Saya akan meminta Kasat PPA-PPO yang baru untuk segera berkolaborasi dengan tim Pak Wali Kota, dalam rangka mendukung program perlindungan perempuan dan anak serta mewujudkan Surabaya sebagai kota ramah anak dan perempuan,” pungkas Luthfie. (r6)

Pos terkait