Lumajang,(DOC) – Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Lumajang pada tahun 2026 menyentuh angka 19.771 orang atau sekitar 3,08 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fakta mengejutkan, lulusan diploma justru mendominasi angka pengangguran tersebut sebesar 8,52 persen.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, Subchan, menjelaskan bahwa struktur industri lokal menjadi penyebab utama. Saat ini, industri di Lumajang masih berfokus pada sektor kayu yang tidak banyak menyerap tenaga kerja berpendidikan tinggi.
“Perusahaan kayu di sini rata-rata tidak membutuhkan kualifikasi pendidikan tinggi. Ini yang membuat lulusan diploma sulit terserap di pasar lokal,” ujar Subchan, Jumat (17/4/2026).
Untuk mengatasi masalah ini, Disnaker Lumajang menggandeng perusahaan penyalur tenaga kerja luar negeri (P3MI). Subchan meminta P3MI melakukan uji kompetensi langsung di Lumajang agar calon pekerja segera memiliki lisensi profesional.
“Kami ingin calon tenaga kerja langsung mendapat sertifikat kompetensi. Selain itu, kami mendorong warga mengakses sistem lowongan kerja milik Kemenaker untuk mencari peluang di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Subchan juga mewajibkan perusahaan di Lumajang memprioritaskan warga dari keluarga kurang mampu. Langkah ini bertujuan untuk mendongkrak taraf ekonomi masyarakat kelas bawah.
Di sisi lain, Ketua Komisi D DPRD Lumajang, Supratman, menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan tenaga honorer. Menurutnya, aturan yang hanya membolehkan rekrutmen PPPK dan PNS menghambat penyerapan tenaga kerja di sektor pendidikan.
“Kita kekurangan guru, tapi tidak bisa merekrut tenaga honorer lagi. Faktor ini sangat berpengaruh pada serapan lulusan diploma,” ungkap Supratman.
Supratman juga mencatat adanya pelemahan ekonomi daerah akibat pemangkasan anggaran pusat sebesar Rp266 miliar. Ia menilai klaim pertumbuhan ekonomi 5,35 persen pada tahun 2025 perlu dievaluasi kembali.
“Kondisi riil di lapangan menunjukkan lapangan kerja sangat terbatas. Ketersediaan kerja tidak seimbang dengan jumlah lulusan yang ada,” tutup legislator PDI Perjuangan tersebut. (r7)





