Polres Lumajang Usut Penyebab Kebakaran TNBTS, Diduga Akibat Human Error hingga Kesengajaan

Polres Lumajang Usut Penyebab Kebakaran TNBTS, Diduga Akibat Human Error hingga Kesengajaan
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi. (Foto: Ist)

Lumajang, (DOC) – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang menerjunkan tim untuk menyelidiki secara mendalam penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Langkah hukum ini diambil untuk memastikan apakah kobaran api yang menghanguskan ratusan hektare lahan dipicu oleh kelalaian manusia (human error) atau unsur kesengajaan.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menegaskan, proses penyelidikan terus berjalan intensif dengan dukungan penuh dari Polda Jawa Timur. “Kami sudah melakukan beberapa tahapan penyelidikan untuk melihat apakah ada human error atau ada pelaku pembakaran,” kata Riki saat memberikan keterangan di Mapolres Lumajang, Rabu (2/9/2026).

Bacaan Lainnya

Penyelidikan berfokus pada titik awal munculnya api di Blok Gunung Kembar, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, yang terpantau sejak Rabu (26/8/2026). Hingga memasuki hari kedelapan, luas area TNBTS di wilayah Lumajang yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 600 hektare.

Meski pendalaman terus berlanjut, Riki mengakui petugas di lapangan menghadapi hambatan geografis. Titik kebakaran berada di sepanjang jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo dengan topografi yang terjal dan sulit dijangkau. “Dari mulai pos 1, 2, 3, 4, dan 5 di jalur pendakian Ranu Kumbolo, kami sementara hanya bisa memantau dari bawah,” ujarnya.

Personel Satuan Samapta Polres Lumajang sebelumnya sempat dikerahkan untuk mendaki dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal secara langsung. Namun, hingga saat ini polisi belum menemukan bukti maupun indikasi kuat yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembakaran hutan secara sengaja.

Polres Lumajang menjamin proses hukum tidak berhenti di sini. Begitu seluruh titik api benar-benar padam, kepolisian akan langsung menurunkan tim ahli ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti material.

“Nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh Labfor bersama Inafis di titik yang diduga kuat menjadi sumber awal api, baik karena human error maupun tindak pidana. Saat ini fokus utama masih pada upaya pemadaman,” tegas Riki.

Baca Juga:  Polres Lumajang Bongkar Peredaran Pil Logo Y, Dua Tersangka Ditangkap dan 23.959 Butir Disita

Perkembangan terbaru menunjukkan situasi di wilayah Senduro mulai berangsur kondusif. Meski beberapa titik api masih terlihat, pergerakannya terpantau mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

“Alhamdulillah untuk wilayah Senduro perlahan-lahan api mulai padam. Memang ada beberapa titik api tersisa, tapi pergerakannya mengarah ke Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Untuk mengamankan kawasan terdampak sekaligus mempercepat proses pemadaman total dan penyelidikan di lapangan, Polres Lumajang telah mengerahkan sedikitnya 50 personel gabungan dari tingkatan Polres hingga Polsek Senduro.

Pos terkait