
Surabaya, (DOC) – Menginjak usia ke-65 tahun, Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya memilih cara berbeda untuk merayakan hari jadinya. Melalui Petranesian Business and Education Fair (PBEF) 2026 yang digelar di Galaxy Mall Surabaya (17–20 September 2026), UK Petra memamerkan taji jejaring alumni globalnya sekaligus mengukuhkan diri sebagai “jembatan” yang menghubungkan dunia pendidikan, industri, dan UMKM.
Pameran megah yang memanfaatkan area seluas lebih dari 5.500 meter persegi ini menghadirkan lebih dari 270 tenant, diikuti oleh 8–10 sekolah, serta belasan lembaga kursus. Menariknya, inisiatif besar ini lahir langsung dari tangan para alumni sebagai wujud kontribusi nyata bagi almamater.
Ketua Panitia PBEF 2026, Teddy Salim, menegaskan bahwa gelaran ini dirancang jauh melampaui sekadar ajang jual-beli.
“Ini gabungan beberapa ekosistem: dunia pendidikan, industri, alumni, hingga civitas akademika. Kami tidak semata mengincar transaksi bisnis, tetapi membuka ruang bagi pelaku usaha untuk bertemu mitra industri, investor, dan sekolah guna menciptakan peluang kolaborasi baru,” ujar Teddy, Jumat (18/9/2026).
Antusiasme publik pun terlihat sejak hari pertama, di mana lebih dari 1.000 siswa sekolah memadati area pameran.
Rektor UK Petra, Prof. Dr.(H.C.) Ir. Rolly Intan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap rekam jejak para lulusan.
Berdasarkan data tracer study, UK Petra kini memiliki sekitar 53.000 alumni yang tersebar di 55 negara di enam benua.
“Selama 65 tahun, kami melihat lulusan UK Petra tidak hanya berhenti pada capaian akademik. Mereka tumbuh menjadi agen perubahan, profesional, hingga pemilik bisnis kreatif. PBEF ini membuktikan bahwa pendidikan holistik yang menekankan karakter, emosional, dan kepedulian sosial mampu melahirkan dampak nyata,” tegas Rolly.
Langkah strategis ini mendulang apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, menyatakan bahwa kolaborasi pentahelix antara kampus, industri, UMKM, dan pemerintah merupakan kunci utama pendorong ekonomi daerah.
“Keberhasilan perguruan tinggi tidak lagi diukur hanya dari jumlah lulusan, tetapi seberapa besar dampak inovasinya bagi masyarakat. Forum seperti PBEF ini menjadi tempat krusial bertemunya gagasan dan peluang usaha baru yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan Jawa Timur,” pungkas Endy.
Rangkaian PBEF 2026 yang berlangsung hingga 20 September ini menjadi bukti nyata bahwa di usia seniornya, UK Petra tidak sekadar merayakan masa lalu, tetapi terus aktif mencetak dampak ekonomi dan sosial yang relevan bagi masyarakat.





