Surabaya,(DOC) – Di tengah tren mahasiswa yang fokus mengejar nilai akademik, Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menerapkan pendekatan berbeda. Kampus ini mewajibkan mahasiswa aktif berorganisasi dan mengasah soft skill sebagai syarat kelulusan.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu fondasi lahirnya jaringan alumni yang kini tersebar di 55 negara. Jejaring global itu akan menjadi bagian penting dalam rangkaian Dies Natalis ke-65 UK Petra bertajuk Onward to 65 Petra Christian University.
Rektor UK Petra, Prof. Dr. (H.C.) Ir. Rolly Intan, menegaskan bahwa kesuksesan lulusan tidak hanya bergantung pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun relasi juga memegang peran penting.
“Berdasarkan data tracer study kami, mahasiswa dengan IPK tinggi belum tentu lebih sukses ketika terjun ke masyarakat. Justru mereka yang aktif di organisasi dan kegiatan kampus biasanya memiliki kemampuan adaptasi dan kepemimpinan yang lebih baik,” ujar Prof. Rolly, Sabtu (30/5).
Soft Skill Jadi Syarat Kelulusan
Untuk mendukung tujuan tersebut, UK Petra menerapkan sistem Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan (SKK). Sistem ini mewajibkan mahasiswa mengikuti organisasi maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Mahasiswa yang tidak memenuhi poin SKK tidak dapat mengikuti prosesi wisuda.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya menjadi tipe kuliah-pulang. Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar nilai akademik,” tegasnya.
Saat ini UK Petra mengelola hampir 40 UKM. Pilihannya beragam, mulai olahraga, seni, budaya, kepemimpinan, hingga kewirausahaan.
Kampus juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Program tersebut termasuk dukungan bagi atlet agar tetap mampu mengembangkan prestasi akademik maupun nonakademik.
Alumni dari 55 Negara Siap Pulang Kampus
Model pendidikan yang menekankan soft skill dan pengalaman organisasi terbukti memperkuat ikatan alumni dengan almamater.
Pada perayaan Dies Natalis ke-65 mendatang, ribuan alumni dari berbagai daerah dan 55 negara dijadwalkan hadir di Surabaya.
Mereka tidak hanya datang untuk reuni. Para alumni juga akan berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, dan menginspirasi mahasiswa.
Kepala Pusat Pengembangan Institusi/OIA UK Petra, Dr. Meilinda, mengatakan kehadiran alumni menjadi kesempatan belajar yang berharga bagi mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa mendapatkan inspirasi dari perjalanan hidup para alumni yang telah berkarier di berbagai negara dan bidang profesi. Ini menjadi pembelajaran nyata yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas,” ujarnya.
Business Fair dan Penguatan Jejaring
Sebagai bagian dari perayaan, UK Petra akan menggelar Petra Network Business & Education Fair di Galaxy Mall Surabaya.
Acara tersebut berlangsung selama empat hari. Panitia menghadirkan pameran bisnis alumni, forum diskusi, pengembangan karier, serta peluang kolaborasi dengan dunia industri.
Selain itu, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi alumni lintas generasi untuk memperluas jejaring profesional.
Bagi UK Petra, Dies Natalis ke-65 bukan sekadar perayaan usia kampus. Momentum ini menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak berhenti setelah mahasiswa menerima ijazah. Pendidikan terus berlanjut melalui jejaring alumni, kolaborasi, dan kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan. (ode/r7)





