Jakarta (DOC) – Animo masyarakat non-Muslim menyerahkan hewan kurban Iduladha 1447 ke Masjid Istiqlal, Jakarta, cukup tinggi. Hal itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Nasaruddin mengatakan Iduladha identik dengan bulan berbagi sehingga masyarakat diharapkan menikmati protein dari daging kurban. Karena itu, antusias masyarakat untuk menyerahkan hewan kurban di Istiqlal, cukup tinggi.
“Banyak sekali teman-teman kita dari non-Muslim juga menyerahkan hewan kurbannya. Bahkan separuh diantara hewan kurban yang kita sembelih, diantara 60-an itu berasal dari kawan-kawan kita dari masyarakat umum,” kata Menteri Nasaruddin Umar, dikutip Jumat (29/5/2026).
Masyarakat non-Muslim menyadari bahwa banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan daging sebagai asupan gizi. Kendati demikian, hewan-hewan kurban dari masyarakat non-Muslim adalah bantuan sosial karena pihak yang wajib berkurban adalah umat Islam.
“Itu mungkin itu tidak dimasukkan sebagai kurban, karena yang wajib adalah umat Muslim yang mampu. Kita juga tidak menutup kemungkinan akan adanya bantuan sosial,” katanya.
Masjid Istiqlal juga menerima hewan kurban dari institusi atau perusahaan termasuk Gereja Katedral Jakarta yang turut menyumbangkan sapi kurban. “Ada juga tetangga kita Katedral, juga menyumbangkan sapinya besar juga,” ujarnya.
Sementara itu, panitia kurban Masjid Istiqlal tidak memberlakukan kupon. Panitia mengantar langsung daging kepada yang membutuhkan. (rd)