19 Orang Ditangkap di Jalan Kunti, Warga Mengaku Jenuh “Gitu-Gitu Aja, Balik Lagi”

19 Orang Ditangkap di Jalan Kunti, Warga Mengaku Jenuh “Gitu-Gitu Aja, Balik Lagi”
Suasana Jalan Kunti saat pengerebekan terjadi. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Suasana kawasan padat penduduk di Jalan Kunti mendadak mencekam pada Rabu (14/10/2026) siang.

Ratusan personel gabungan dari Ditreskoba Polda Jawa Timur, BNN, dan Satuan Brimob menyisir gang-gang sempit yang selama ini lekat dengan stigma hitam sebagai “kampung narkoba”.

Bacaan Lainnya

Dalam operasi besar-besaran ini, aparat berhasil mengamankan 19 orang terduga pelaku terdiri dari 18 laki-laki dan 1 perempuan.

Dengan tangan terikat kabel ties, para terduga langsung digelandang ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan intensif beserta tes urine di tempat.

Dari lokasi penggerebekan, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk sebuah brankas penyimpanan dan beberapa kantong plastik yang isinya masih didata secara mendetail.

Di balik ketegangan operasi siang itu, terselip cerita lain dari bibir warga sekitar. Penggerebekan berulang kali ternyata memunculkan rasa jenuh yang mendalam di tengah masyarakat.

Rere, salah satu warga setempat, secara terbuka mengungkapkan rasa bosannya terhadap siklus penindakan yang dinilai jalan di tempat.

“Ya saya sudah bosan mas dengan penggerebekan yang dilakukan polisi karena setiap tahun ada, bahkan 4 tahun terakhir itu tiap tahun digerebek. Tapi ya gitu-gitu aja, balik lagi balik lagi,” ujar Rere.

Meski mengaku asing dengan identitas maupun pekerjaan para terduga yang diamankan hari ini, Rere tidak menepis rasa syukurnya karena aparat terus memberikan perhatian untuk membersihkan lingkungan tempat tinggalnya dari jeratan barang haram.

Langkah Tegas: Posko Gabungan Segera Didirikan

Menanggapi residu masalah peredaran narkotika yang seolah tak ada habisnya di kawasan tersebut, Polda Jatim tidak ingin sekadar melakukan operasi lalu pergi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa pihaknya mengambil langkah preventif jangka panjang demi menutup ruang gerak para pelaku.

“Rencananya kita akan mendirikan pos komando gabungan di sekitar lokasi demi membatasi peredaran narkotika. Untuk data pasti akan kami rilis, sementara masih dalam pengembangan,” jelas Jules saat ditemui di tenda komando di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Kembangkan Layanan hingga ke Balai RW, Puspaga Semanggi Surabaya Raih Penghargaan Tertinggi dari Kementerian PPPA

Hingga sore hari, belasan terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan mendalam di Ditresnarkoba Polda Jatim untuk memetakan peran masing-masing, baik sebagai pengguna maupun bagian dari jaringan pengedar.

Kehadiran Posko Gabungan di Jalan Kunti diharapkan menjadi gembok permanen yang mampu memutus rantai hitam peredaran narkoba di jantung Kota Surabaya.

Pos terkait