Capai 95 Persen, Komisi B Desak Pedagang Bisa Segera Masuk Pasar Keputran Selatan

Capai 95 Persen, Komisi B Desak Pedagang Bisa Segera Masuk Pasar Keputran Selatan
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Machmud. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Komisi B DPRD Kota Surabaya bergerak cepat mengawal penyelesaian pembangunan Pasar Keputran Selatan.

Langkah ini diambil untuk memastikan para pedagang unggas dan pedagang lainnya bisa segera kembali berjualan di dalam pasar sebelum memasuki musim hujan serta momen krusial Ramadan.

Bacaan Lainnya

Meski secara fisik pengerjaan pasar yang diproyeksikan menjadi sentra unggas Kota Surabaya tersebut nampak sudah mencapai 95 persen, para wakil rakyat menolak berpuas diri. Dalam waktu dekat, Komisi B berencana meninjau langsung ke lokasi sekaligus memanggil pengelola pasar.

“Kami memang berencana meninjau langsung Pasar Keputran Selatan. Secara fisik dari depan tampaknya pengerjaan sudah 95 persen selesai, tetapi area dalam masih tertutup pagar seng. Kami belum tahu kondisi detail di dalamnya, apakah materialnya sesuai atau masih ada kekurangsempurnaan,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Machmud, Rabu (14/10/2026).

Langkah pengawasan ketat ini bukan tanpa alasan. Machmud mengingatkan bahwa proyek ini memiliki catatan historis, di mana sebelumnya para pedagang sempat menggelar aksi demonstrasi ke DPRD akibat lamanya proses lelang saat mereka direlokasi ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Oleh karena itu, Komisi B bakal mengundang BUMD pengelola, PD Pasar Surya, untuk membedah progres pengerjaan, kesiapan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), hingga manajemen lalu lintas di sekitar area pasar.

Tak kalah penting, kesesuaian alokasi anggaran proyek yang sempat disesuaikan dari Rp11 miliar menjadi Rp9 miliar juga akan diperiksa secara cermat.

“Kami ingin memastikan apakah anggarannya sudah cocok dan tepat sasaran. Harapan kami, pedagang bisa secepatnya masuk dan menempati lapak baru. Apalagi sebentar lagi memasuki musim hujan dan menjelang Ramadan, momen penting bagi pedagang untuk meraup rezeki lebih banyak,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Baca Juga:  Gen Z dan Karang Taruna Jadi Motor Penggerak Kampung Pancasila Surabaya

Pos terkait