
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas menertibkan jaringan utilitas tak berizin dan menunggak sewa yang marak di Kota Pahlawan.
Menyasar 224 ruas jalan, aksi pembersihan kabel hingga pembongkaran tiang ilegal ini sudah dimulai sejak 7 Oktober 2026 dan ditargetkan rampung sebelum akhir November mendatang.
Operasi skala besar ini digerakkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atas permintaan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya.
Baru beberapa hari bergerak, puluhan tiang penyedia layanan internet (provider) nakal sudah berhasil dirobohkan.
“Hingga hari ini, kami telah menertibkan 10 ruas jalan dengan total 56 tiang yang menyalahi aturan,” tegas Ketua Tim Kerja Penindakan Satpol PP Kota Surabaya, Agnis Juistityas, Sabtu (17/10/2026).
Agnis menjelaskan, penindakan tidak dilakukan secara sembarangan. Sebelum eksekusi pemotongan jaringan, tim gabungan terlebih dahulu menyisir lokasi untuk melakukan survei dan penandaan kabel serta tiang sasaran.
Pemkot juga telah melayangkan surat pemberitahuan agar para pemilik provider melakukan pembongkaran secara mandiri.
Tak hanya mengandalkan penindakan di lapangan, Pemkot Surabaya juga memperketat pengawasan melalui Tim Koordinasi Pembangunan Jaringan Utilitas (KPJU).
Tim ini bergerak rutin setiap pekan untuk memantau kelayakan izin hingga merapikan kabel-kabel melintang yang mengganggu estetika kota.
“Tim KPJU setiap hari Kamis melakukan perapian sekaligus mengawasi jaringan utilitas berizin maupun tidak. Kami juga aktif menerima aduan warga jika menemukan pemasangan tiang baru yang mencurigakan,” tambah Agnis.
Pemkot memberikan peringatan keras kepada seluruh penyedia layanan internet untuk segera mengurus perizinan dan melunasi kewajiban sewa mereka sebelum jaringan milik mereka ditindak secara paksa.
“Segera inventarisasi jaringan yang belum berizin atau belum bayar sewa, lalu ajukan ke Pemkot. Kami sudah memegang daftar 224 ruas jalan sasaran. Jika saat pendataan tidak ada izin maupun bukti pengajuan sewa, jaringan tersebut pasti kami bongkar,” pungkasnya.





