Pemkot Surabaya Luruskan Isu QR Code “Misterius” di Lapak UMKM

Pemkot Surabaya Luruskan Isu QR Code "Misterius" di Lapak UMKM
Sekretaris Dinkopumdag Kota Surabaya, Reza Fahreddy. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait temuan kode QR mencurigakan di salah satu stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kode QR yang semula dikira pembayaran digital (QRIS) itu sempat membuat panik pelanggan karena saat dipindai justru mengarah ke halaman bank asal Tiongkok.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinkopumdag Kota Surabaya, Reza Fahreddy, meluruskan bahwa stiker tersebut sebenarnya bukanlah alat pembayaran QRIS, melainkan shortcut untuk mengunduh aplikasi belanja digital “Si-Boyo” di Google Play Store.

“Ternyata waktu kita coba dengan mobile banking, nyambungnya langsung ke bank negara Tiongkok. Tapi saat dimasukkan nominalnya tidak bisa transaksi pembayaran, karena memang kode QR itu untuk masuk ke aplikasi Si-Boyo,” ujar Reza, Selasa (20/10/2026).

Reza menjelaskan, stiker sosialiasi tersebut memang sengaja ditempel di seluruh stan UMKM Surabaya untuk memudahkan masyarakat mengunduh aplikasi Si-Boyo—sebuah platform belanja yang mengintegrasikan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dan pelaku UMKM lokal.

Pencetakan stiker tersebut sebelumnya bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Kesalahpahaman terjadi lantaran letak stiker media sosialisasi tersebut dipasang tepat di depan tulisan QRIS resmi milik pedagang.

Ketika dipindai menggunakan fitur Google Lens, stiker tersebut secara normal mengarahkan pengguna ke halaman unduh aplikasi.

Namun, ketika dipindai menggunakan aplikasi mobile banking, sistem mendeteksinya secara keliru sebagai tautan ke bank luar negeri tanpa bisa diproses untuk transaksi.

Reza memastikan bahwa seluruh UMKM terdaftar di Surabaya sudah memiliki QRIS resmi tersendiri yang langsung terhubung ke rekening masing-masing pedagang.

Buntut dari kejadian ini, Pemkot Surabaya menyampaikan terima kasih atas laporan warga dan berjanji akan melakukan evaluasi serta penataan ulang seluruh stiker kode QR yang terpasang di lapak-lapak UMKM agar tidak memicu kebingungan serupa.

Baca Juga:  Desak Pemkot Data Ulang Penghuni Rusun, Dewan: Harus Benar-benar MBR!

Di sisi lain, Reza juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan waspada saat melakukan transaksi digital di tempat umum, menyusul maraknya modus penyalahgunaan QRIS oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati dan teliti. Dicek kembali nama penerima apakah sudah sesuai dengan tujuan transaksi, seperti halnya kasus pembayaran parkir yang kerap kali mengarah ke nama usaha pribadi dan bukan ke akun resmi Dinas Perhubungan,” pungkasnya.

Pos terkait