Jakarta, (DOC) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memutuskan maju Pilgub DKI 2017 melalui jalur partai. Keputusan itu diambil setelah masuk dukungan Golkar buat Ahij yang sebelumnya telah ada NasDem dan Hanura.
Tiga partai itu pun langsung bekerja keras. Seakan Ahok tinggal duduk manis mengikuti arus tiga partai itu.
Sebagai contoh, dana untuk kebutuhan kampanye akan ditanggung tiga partai yang akan mengusungnya yakni Hanura, NasDem dan Golkar. Ketiga partai itu berjanji membiayai kampanye Ahok. Namun, Ahok tidak tahu jumlah dana kampanye yang akan digelontorkan masing-masing partai.
“Mereka (Golkar, NasDem dan Hanura) janji akan ngeluarin duit sendiri,” kata Ahok.
Tidak hanya untuk kebutuhan kampanye, komunikasi politik selama ini juga dibiayai parpol. Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku tidak mengeluarkan uang sepeser pun.
“Kayak kemarin kan dia bikin acara-acara ini semua nih, saya enggak pernah keluar uang. Ketemu makan di restoran saja, aku mau bayar, mereka yang bayarin,” cerita Ahok.
Sambil bergurau suami Veronica Tan ini mengatakan, politisi dari tiga partai pendukungnya itu menyadari bahwa Ahok tidak punya banyak uang. Seperti saat memutuskan maju melalui jalur independen beberapa waktu lalu Ahok menceritakan tak punya uang untuk maju sebagai calon gubernur melalui partai karena butuh dana miliaran rupiah.
“Dia bilang ‘kita lebih kaya daripada gubernur’. Ya sudah kalau begitu. Apalagi NasDem, victor ngomongnya ‘Ah ini orang mah enggak ada apa-apanya duitnya, rumahnya juga enggak ada apa’. Ya menurut dia rumah dia sudah hebat, saya lihat enggak ada apa-apa,” kata Ahok.
Ahok tak mempermasalahkan hal tersebut. Justru dia mengatakan penilaian itu menguntungkannya. “Ya itu kan artinya di mata mereka saya nih enggak ada duit, bagus kan?” katanya.
Selain itu, konsolidasi mencari dukungan tambahan juga dilakukan oleh tiga partai itu. Perwakilan DPD Hanura DKI mengunjungi kantor DPD PDIP DKI untuk mengajak berkoalisi bersama mendukung Ahok. Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohamad Sangaji alias Ongen berharap PDIP sebagai pemenang pemilu untuk bersama-sama mendukung Jakarta lebih baik.
“Oleh karena itu saya harap kemesraan dengan PDIP bisa segera terjadi,” kata Ongen di Kantor DPD PDIP DKI, Jakarta Selatan.
Tidak hanya membangun koalisi besar antara Hanura dan PDIP, Ongen juga berharap partai lain pun bisa bergabung dengan Hanura untuk mendukung Ahok. “Saya harap pemilu Jakarta bisa berjalan dengan kondusif dan sehat serta dinikmati masyarakat Jakarta,” ungkapnya.
“Saya akan mencoba berkomunikasi dengan PKB dan lain lain, dengan PAN kita juga berkomunikasi semoga ada kesamaan pandangan,” tambah dia.
Ongen pun tidak memaksa pihak PDIP untuk mendukung Ahok. “Semoga diantara semua partai tidak ada perbedaan di antara kita, semoga komunikasi bisa selalu terjaga dalam hari hari terakhir pencalonan kepala daerah DKI,” tutup dia.(mdk/r9)