Kediri,(DOC) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Pahing kota Kediri.
Sidak Gubernur ini untuk memantau kelangkaan stok sekaligus lonjakan harga bawang putih jelang datangnya bulan ramadhan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar beserta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jatim turut mendampingi Gubernur Khofifah.
Sejumlah pedagang dan beberapa konsumen mengeluh atas langkanya dan tingginya harga bawang putih dipasaran.
“Bahkan tengkulak pun sulit mendapatkan bawang putih,” ungkap Drajat Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jatim.
Pemprov Jatim melalui tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berencana menggelar operasi pasar khusus Bawang Putih di Kediri.
“Disiapkan stok 1,2 ton untuk di pasarkan di tiga titik operasi pasar wilayah Kediri,” tambahnya.
Harga bawang putih pada operasi pasar nanti akan jauh lebih murah dibanding harga bawang putih yang dijual di pasar-pasar tradisional.
“Dipasar-pasar harga bawang putih jenis cutting sekitar Rp 55 ribu per kilogramnya. Di operasi pasar TPID Jatim, harga bawang putih dijual Rp. 24 ribu per kilogramnya,” jelas Drajat.
Pertengahan bulan Mei nanti, stok bawang putih akan normal lagi karena import bawang putih asal China sudah mulai di pasarkan.
“Jatim import dan tiba di Tanjung Perak 10 Mei 2019 dipasarkan 15 Mei. Harga bawang putih pasti normal karena pemerintah pusat juga sudah mengeluarkan kebijakan untuk impor bawang putih,” pungkasnya.(div/r7)