RSUD Dr Soetomo Sebut Pasien Meninggal Bukan Karena Asap Kebakaran

Kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo. Foto: D-onenews

Surabaya (DOC) – RSUD Dr Soetomo Surabaya memastikan satu pasien yang meninggal dunia saat kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pagi tadi, bukan karena asap. Kondisi pasien disebut sebelumnya sudah kritis.

Dirut RSUD dr Soetomo Prof Dr dr Cita Rosita SpKK(K) mengungkapkan, pasien meninggal karena penyakit. Saat perawatan, organ paru-paru, jantung, dan ginjal sudah dibantu alat medis. Bahkan sedang menuju cuci darah.

Bacaan Lainnya

“Dan tentu bukan karena asap karena semuanya tersupport oleh mesin ya,” kata Prof Cita kepada wartawan di IGD RSUD Dr Soetomo, Jumat (15/5/2026).

Sementara Koordinator Pelayanan yang memimpin evakuasi, dr Rizal Constantio Susilo menemukan pasien sudah dalam kondisi buruk. Alat medis sudah terpasang dan masih menyala.

“Cuma memang dengan kondisi seburuk itu. Bukan karena asap, karena asap di lantai itu tidak sepekat yang di bawah-bawah sebenarnya,” kata dr Rizal.

Ia menjelaskan, pasien masih tersambung ke ventilator dan alatnya masih menyala. Maka pasien tidak mengalami keracunan dari gas atau asap, karena masih sirkuitnya masih tertutup.

“Sehingga kita kemungkinan besar itu bukan karena dari gas yang ada di sana atau asap yang ada di sana. Karena pada saat saya menemukan semua alat medis mesti nyala dan terpasang,” terangnya.

“Tapi memang karena kondisi pasien yang buruk, kita terus kemudian saya kita evaluasi memang sudah tidak, tanda-tanda kehidupannya sudah tidak ada saat kita menemukan. Tapi sudah dipastikan tidak ada kontaminasi asap dalam pernapasan pasien,” sambungnya lagi.

Sementara itu, penanggung jawab pasien meninggal, dr Thomas Jatiman SpBTKV menjelaskan, pasien tersebut dirujuk dari RS luar RSUD Dr Soetomo dalam kondisi pendarahan dan sudah dilakukan operasi untuk mengatasi. Namun kondisi pasien sejak awal sudah kritis.

“Saat kejadian masih dengan penopang hidup ventilator dan juga alat untuk cuci darah, sehingga kondisi pasien saat itu kritis. Posisi pasien sejak awal sudah kritis dan ada pendarahan saat itu,” jelasnya.

“Sudah kita lakukan tindakan untuk mengatasi pendarahan tersebut dan sudah berhasil tindakannya. Pasien sudah turun di ICU, namun memang kondisinya masih kritis. Dan kondisi terakhir juga, kritis dan sempat juga memang ada desaturasi. Artinya oksigen dalam kadar darah dalam tubuhnya memang sudah turun,” tambahnya.

Ketua incident commander Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Soetomo Prof Ahmad Suryawan dr SpA(K) menegaskan, pihaknya siap menjalani pemeriksaan dari kepolisian terkait insiden kebakaran hari ini.

“Oh, sangat (koorperatif),” kata Prof Wawan sapaan akrabnya.

Prof Wawan menjelaskan, pihaknya masih belum memungkinkan untuk memasuki lokasi kebakaran, karena dilarang oleh Damkar. Saat api sudah dipadamkan, pihaknya masih menunggu apakah sudah diizinkan atau tidak.

“Kami tinggal menunggu apakah diizinkan masuk atau tidak, dari pihak kepolisian tentunya juga sudah berada di lokasi. Kami sangat-sangat terbuka untuk memfasilitasi apapun yang diperlukan oleh teman-teman Damkar dan pihak kepolisian untuk mengenai hal tersebut,” jelasnya.

RSUD Dr Soetomo mencatat ada 27 sampai 30 pasien yang dievakuasi dari gedung itu. Kemudian terdapat satu pasien meninggal dunia. Pasien yang meninggal dunia berinisial S (46) jenis kelamin laki-laki. (rd)