Surabaya, (DOC) – Gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang berpusat di laut dengan jarak 90 km barat daya Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021) sempat dirasakan di beberapa daerah sekitarnya, di antaranya Kota Surabaya.
Peristiwa tersebut sempat membuat kepanikan anggota Komisi B DPRD Surabaya dan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRT) Kota Surabaya yang sedang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Tahun Anggran (TA) 2020 di ruang Komisi B DPRD Kota Surabaya.
Begitu guncangan terasa di ruangan, para peserta rapat langsung diperintahkan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Ketua Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya TA 2020, Anas Karno mengaku, ketika terjadi guncangan dirinya langsung memerintahkan semua peserta rapat untuk segera keluar dari dalam gedung DPRD Surabaya. ” Guncangannya cukup besar. Makanya, saya langsung meminta peserta rapat untuk keluar gedung,”ujar Anas.
Begitu berada di luar gedung, mereka berusaha mencari informasi terkait penyebab guncangan tersebut.
“Ternyata ada gempa bumi di Kabupaten Malang. Tapi dampak getarannya benar- benar terasa di Surabaya sini, ” ungkap dia.
Setelah peserta rapat berhasil keluar dari dalam gedung, mereka terlihat sibuk mencari asal usul penyebab guncangan tersebut.
Setelah gempa bumi tersebut berhenti, para peserta kembali masuk ruangan untuk melanjutkan rapat hingga selesai.
Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang berpusat di laut dengan kedalaman 25 km dan berjarak 90 km arah barat daya Kabupaten Malang itu memporak-porandakan puluhan rumah, sekolah, tempat ibadah dan rumah sakit.
Data dari BMKG, gempa tersebut terjadi pada Sabtu (10/4/2021) pukul 14.00. Titik koordinat gempa berada di 8,95 Lintang Selatan dan 112,48 Bujur Timur. (dhi)