Agar Tak Kalah Bersaing, Harus Ada Perlindungan Buah Lokal

Surabaya (DOC) – Maraknya buah asal Tiongkok yang membanjiri atau masuk ke Jawa Timur saat ini harus segera disikapi. Komisi B DPRD Jawa Timur meminta kepada pemerintah baik provinsi dan kabupaten/kota untuk melindungi buah lokal yang ada di Jatim.
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Mohammad Alimin berharap buah-buahan lokal asli Jatim tidak kalah pasar karena kedatangan buah impor asal Tiongkok yang masuk ke Jatim. Karena secara kualitas, buah lokal tak kalah dengan buah impor, rasanya pun lebih manis.
”Harus ada perlindungan dari Pemprov jangan sampai buah lokal asal Jatim jadi bulan-bulanan dan kalah bersaing dengan buah impor,” tegasnya Alimin politisi asal Fraksi Golkar ini.
Lebih lanjut, pihaknya juga prihatin dengan masuknya buah impor di Jatim. Bahkan upaya gubernur Jatim dengan membuat larangan masuknya produk holtikultura dengan menerbitkan Pergub Nomor 22 tahun 2012 tentang pengendalian produk dan pemberdayaan usaha Hortikultura menjadi sia-sia.
”Kami mempertanyakan komitmen pihak-pihak yang memiliki kepentingan pengendalian hortikultura untuk menegakkan pergub tersebut. Kenapa buah impor bisa masuk ke Jatim,” ujarnya.
Maka itu, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan Komisi, agar segera memanggil leading sektor untuk pengendalian buah Tiongkok yang masuk ke Jatim. “Kami akan minta penjelasan mereka kepada mereka dan akan kami cek kecukupan akan kebutuhan buah-buahan di Jatim,” ujar Alimin politisi asal Tulungagung ini.
Sekadar diketahui, lemahnya pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, buah impor, terutama asal Tiongkok. Rata-rata buah impor yang masuk ke Jatim asal Tiongkok tersebut antara lain Jeruk Mandarin dengan nilai 22,9 juta dollar AS, apel dengan nilai 11,1 juta dolar AS, Pear dengan nilai 14,1 juta dolar AS, Jeruk dengan nilai 575 ribu dollar AS dan anggur senilai 515 ribu dolar AS. (D02)

Baca Juga:  Pedagang Pasar Ranuyoso Antusias Sambut Gubernur Khofifah

Pos terkait