Bangun Bendungan Baru Untuk Pengganti SPAM Umbulan

Tidak ada komentar 390 views

Surabaya,(DOC) – Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya saat ini mengkaji proyek pembangunan bendungan di  Wonorejo. Bendungan ini diharapkan mampu menambah ketersediaan air baku guna menyuplai kebutuhan air bersih di Surabaya.
Kabid Fisik dan Sarana Prasarana Bappeko Surabaya, Gede Dwija Wardhana mengatakan, saat ini penyediaan air baku di Surabaya baru disuplai dari sungai Brantas yang dikelola Perum Jasa Tirta. Apalagi hingga sekarang proyek pembangunan Sistem Pengolaah Air Minum (SPAM) Umbulan, Pasuruan oleh Pemprov Jatim, tidak kunjung titik terang. “Dalam master plan drainase Surabaya, direncanakan ada peningkatan fungsi pemanfaatkan bozem Wonorejo. Salah satunya dengan membangun bendungan. Kami juga kan koordinasikan rencana ini dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena ujungnya bozem Wonorejo itu kan di sungai Jagir juga,”katanya, Rabu(24/6/2015).
Menurut Dwija, saat ini fungsi bozem Wonorejo hanya untuk pengendali banjir dan drainase. Selain berfungsi sebagai cathment area, bendungan ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku. Namun untuk pembangunan bendungan masih perlu kajian khusus. Seperti berapa luasannya dengan korelasi eksisting bozem yang ada. Kemudian juga berapa daya tampung bendungan serta berapa cathment bozem dan bendungannya juga perlu dilakukan hitungan. “Secara spesifik, kami masih belum bisa memastikan kapan bendungan tersebut akan direalisasikan. Meskipun pra FS (feasibility study/studi kelayakan) sudah dilakukan, tapi untuk rencana detil pembangunannya masih belum ada,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan, bendungan ini sangat penting agar aliran air kali Surabaya tidak terbuang sia-sia ke laut. Sebaliknya, ketika air laut pasang, tidak mudah mengalir ke kali. Sehingga tidak  bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi air bersih maupun air siap minum. “Di negara manapun air itu diolah.  Sumber air dari Umbulan(Pasuruan) tetap akan kami upayakan. Ini (pembangunan bendungan) haya untuk cadangan. Kalau penduduknya tambah, kami tetap butuh Umbulan. Kami memang sudah dapat dari Umbulan tapi kecil. Sayang sekali kalau Umbulan tidak dimanfaatkan,” pungkasnya.
Disisi lain, Perum Jasa Tirta tengah mengkaji untuk pembangunan pintu air di Petekan. Kepala Divisi Jasa ASA II Perum Jasa Tirta I, Taufiqurrahman mengatakan, di Petekan sangat memungkinkan dibangun pintu air. Pintu air ini untuk menjaga debit air yang mengalir dari sungai Kalimas. “Idealnya di hilir memang dibangun pintu air. Dan di Petekan sangat memungkinkan untuk dibangun pintu air ini. Petekan dibangun pintu air juga ide dari bu Risma. Lebih teknis untuk kajian rencana ini masih dikerjakan oleh BBWS. Nanti kalau sudah ada hasilnya akan kami sampaikan,” katanya.
Dari dari Perum Jasa Tirta I menyebutkan, rata-rata debit air di Surabaya adaalah 20 kubik per detik maksimal 40 kubik per detik. Misal di Kalimas, debit airnya 12 kubik per detik. Maksimal 14 kubik per detik. Sebab, jika melebihi 14 kubik per detik, maka limbah industri tidak bisa mengalir ke sungai.  Jasa Tirta juga memiliki cadangan debit air 20 kubik untuk mengencerkan  limbah yang mengalir ke sungai.(lh/r7)