Dewan Minta Evaluasi Program BPJS

Surabaya,(DOC) – DPRD Surabaya mendesak pemerintah kota untuk mengevalusi penerapan asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan bagi para karyawan di lingkunan perusahaan.
Pasalnya, menurut anggota Komisi D bidang Kesejahteraan rakyat Junaedi, kalangan dewan beberapa kali menerima aduan dari para karyawan, dimana pihak perusahaan belum mengikut-sertakan mereka dalam program BPJS.
“Banyak pengaduan ke kami (dewan,red) soal asuransi BPJS, termasuk karyawan PT Duta Cipta Perkasa,” katanya, Rabu(11/3/2015).
Padahal menurut, Sekeretaris DPC Partai Demokrat ini, ada sanksi yang dikenakan apabila pihak perusahaan tidak mengikutsertakan pekerjanya dalam program BPJS.
“Undang-undangnya kan jelas, jika tak mematuhi sanksinya ada, entah peringatan atau apa,” tegasnya.
Namun demikian, Junaedi mengakui, sejumlah perusahaan di Surabaya telah mengikutsertakan karyawannnya pada BPJS.
“Sebagian besar sudah mengikutkan,” terangnya.
Junaedi mengatakan, untuk mengetahui bagaimana penerapan BPJS, sosialisasinya sekaligus konsekuensinya jika tidak dilaksanakan, Komisi A, Kamis (12/3) melakukan kunjungan kerja ke BPJS Pusat.
“Kita konsultasi ke BPJS pusat, terkait targetnya, dan sosilisasi bagaimana ?” katanya.
Ia menegaskan, hasil konsultasi ke BPJS pusat akan ditindaklanjuti dengan instansi terkait di Surabaya.
“Hasilnya nanti kita koordinasikan dengan disnaker, Dinas Kesehatan dan BPJS di Surabaya,” terangnya.
Pasalnya, saat ini masih banyak persoalan masyarakat terkait BPJS. Persoalan tersebut diantaranya, penggunaannya, serta penyakit apa saja yang bisa ditangani dengan BPJS.
“Banyak yang mengeluh, pakai BPJS tapi masih beli obat dan sebagainya,” katanya.
Kalangan dewan akan membantu mensosialisasikan implementasi BPJS pada masyarakat. Sosilisasi itu dilakukan saat masa reses, senin (16/3).
“saat reses kan kita banyak ketemu pekerja dan buruh. Nah disitu kita sampaikan hasil kunker jika ada pertanyaan terkait BPJS,” jelas Junaedi.
Junaedi berharap untuk mengefektifkan layanannya, BPJS memperluas kantor cabang. Minimal di Surabaya terdapat 5 kantor cabang.
“Jika kantornya banyak kan layanannya akan mudah tidak berjubel,” tegasnya.(k4/r7)