Fokus Belajar di Bulan Puasa? Ini Tips dari Pak Menteri untuk Pelajar Hebat

Fokus Belajar di Bulan Puasa? Ini Tips dari Pak Menteri untuk Pelajar Hebat
Fokus Belajar di Bulan Puasa? Ini Tips dari Pak Menteri untuk Pelajar Hebat

Jakarta,(DOC) – Mengawali Ramadan 1446 Hijriah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyapa lebih dari 4.700 pelajar dari seluruh penjuru Indonesia, dari ujung timur hingga barat, dalam sebuah acara bertajuk “Pak Menteri Menyapa! Pelajar Indonesia Hebat”. Kegiatan ini digelar secara daring pada Sabtu (1/3) dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pelajar Merah Putih.

Dalam semangat bulan suci, acara ini mengangkat tema “Pembelajaran di Bulan Ramadan”. Dalam pesannya, Menteri Mu’ti mengajak para pelajar untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperkuat ibadah intelektual.

Bacaan Lainnya

“Menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Ramadan memberi kita banyak kesempatan untuk belajar lebih dalam, bukan hanya dari buku, tetapi juga dari lingkungan,” ujar Mendikdasmen.

Ia menekankan bahwa pembelajaran di bulan Ramadan tidak terbatas di ruang kelas. Siswa dapat belajar melalui berbagai aktivitas, seperti kegiatan sosial, keagamaan, bahkan dari media massa. Menurutnya, belajar dapat dilakukan di mana saja—di rumah, di tempat ibadah, atau di tengah masyarakat.

“Semangat ini akan membentuk kalian menjadi pembelajar sepanjang hayat. Mulai dari 27 Februari hingga 6 Maret, serta menjelang Idulfitri pada 26 Maret, pembelajaran di rumah menjadi bagian dari proses belajar yang bermakna,” jelasnya.

Mu’ti juga mengajak siswa untuk memanfaatkan tayangan edukatif seperti kultum (kuliah tujuh menit) untuk mengisi waktu Ramadan. Ia menyebut semangat siswa-siswi yang hadir dalam acara ini sebagai cerminan masa depan bangsa.

“Antusias kalian luar biasa. Saya semakin yakin, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita, tapi akan jadi kenyataan lewat prestasi kalian,” katanya.

Tanya Jawab Interaktif

Acara ini semakin hidup dengan sesi tanya jawab interaktif. Alvina Rahma Aulia dari SMPN 1 Ngluwar, Magelang, menanyakan strategi peningkatan literasi dan numerasi. Veronica Dalbergia Ramandei dari Sekolah Advent Waropen, Papua, menyoal kemajuan pendidikan di Indonesia Timur. Ragil Andi Firmansyah dari SMA 84 Jakarta bertanya tentang cara menjaga fokus belajar selama puasa.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Hidupkan Lagi Lagu Anak Lewat Program KICAU

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa Kemendikdasmen mendorong pemanfaatan teknologi seperti koding dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa.

Untuk mempercepat pemerataan pendidikan, lanjut Mu’ti, Kemendikdasmen telah meluncurkan program Pendidikan Bermutu untuk Semua yang mencakup dukungan pada semua jenjang dan wilayah, termasuk Indonesia Timur. Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh ekosistem pendidikan dalam mengawal implementasi kebijakan di lapangan.

Sementara soal menjaga fokus selama berpuasa, Mendikdasmen menyarankan pola hidup sehat: cukup tidur, banyak minum air putih, makan bergizi, dan olahraga ringan.

Menutup sambutannya, Abdul Mu’ti mengajak siswa untuk terus melakukan pembelajaran yang bermakna dan menjalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ia berharap seluruh siswa menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan bermartabat.

“Belajarlah dari rumah, dari masyarakat, dari kehidupan. Jadilah anak Indonesia hebat yang membawa bangsa ini maju,” tutupnya.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemendikdasmen, termasuk Sekretaris Jenderal Suharti, Dirjen PAUD-Dikdasmen Gogot Suharwoto, Dirjen Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin, Direktur SMA Winner Jihad Akbar, Direktur SMP Maulani Mega Hapsari, serta Kepala Biro Komunikasi dan Humas, Anang Ristanto. (r6)

Pos terkait